Ekonomi

Pemkab Malang Kebut Pembebasan Lahan Tol Mapan

MALANG, SENAYANPOST.com – Mengejar percepatan penuntasan proyek tol Malang – Pandaan, Pemkab Malang terus mengebut penuntasan pembebasan lahan di sejumlah desa di wilayah itu yang dilalui proyek jalan tol Malang-Pandaan (Mapan).

Bupati Malang Rendra Kresna mengemukakan pihaknya bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat terus berkoordinasi untuk menuntaskan lahan proyek jalan tol Mapan yang sampai saat ini belum terbebaskan.

“Kami pastikan kesiapan seluruh desa terdampak juga menggarap proses administrasi lebih lanjut, khususnya terkait ganti rugi. Kalau lahan (tanah) milik kas desa yang terkena proyek, mulai dari Kecamatan Lawang hingga Pakis sudah siap dibebaskan seluruhnya,” kata Rendra, Sabtu (12/5/2018).

Hanya saja, kata Rendra masih ada satu desa, yakni Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, masih menunggu pengumuman harga. Desa Sekarpuro menjadi desa terakhir di Kabupaten Malang yang bakal dilalui jalur tol Mapan.

Secara keseluruhan, lanjutnya, tim percepatan pembebasan tol Mapan menargetkan proses pembebasan lahan tersebut bisa tuntas dalam dua bulan ke depan agar pengerjaan jalan tol tersebut bisa segera dikerjakan dan mampu mengurai kemacetan di tengah kota.

Di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, ada empat desa yang masih menunggu proses pembebasan lahan, yakni Desa Sekarpuro, Asrikaton, Tirtomoyo dan Ampeldento. Keempat desa tersebut, saat ini dalam proses melengkapi berkas dan selanjutnya proses pemberian ganti rugi.

Demikian juga dengan tanah kas desa yang terdampak, masih icari lahan pengganti yang cocok (sesuai). Namun, pemerintah desa (Pemdes) juga menyesuaikan dengan harga (ganti rugi) yang diterima sesuai penghitungan tim appraisal.

“Kami yakin proses pembebasan lahan akan tuntas tepat waktu,” ujarnya.

Sementara proses pembebasan lahan yang terdampak tol Mapan di wilayah Kota Malang, yakni di kawasan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, sudah hampir tuntas, hanya ada beberapa kepala keluarga (KK) yang belum mau menerima ganti rugi yang telah dititipkan di pengadilan Negeri (PN) Malang, karena dinilai nominal yang diberikan terlalu murah, jauh dari harapan mereka. (WW)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close