Pemkab Ajak Pesilat Hindari Tawuran

16:50
119

LAMONGAN, SENAYANPOST.com – Stigma buruk perguruan pencak silat kerap terjadi gesekan harus diakhiri. Perguruan pencak silat sudah waktunya untuk ikut menjaga kerukunan agar tercipta situasi yang kondusif.
Ajakan itu disampaikan oleh Sekkab Lamongan Yuhronur Efendi , saat membuka Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Lamongan di GOR setempat, Kamis (3/8/2017).

Lebih lanjut Yuhronur Efendi menyampaikan harapannya agar pesilat Lamongan menanggalkan stigma buruk, bahwa pesilat Lamongan rawan terjadi gesekan. Sehingga mengakibatkan kondisi tidak nyaman dan kurang kondusif.
“Pencak Silat sebagai olahraga budaya, sudah sepatutnya menjadi pembela bagi yang lemah dan mencetak generasi yang berbudi pekerti luhur, “ kata dia.

Ke depan, dia berharap event kejuaraan pencak silat bisa digelar secara rutin di Lamongan. Sehingga bisa mencetak atlet pencak silat unggul dan meningkatkan prestasi.
“Terlebih, Lamongan pada 2019 nanti akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi. Kita harus mampu berprestasi dan menjadi juara,” pesan dia.

Dia kemudian menyebutkan sejumlah atlet pencak silat Lamongan yang telah berprestasi. Di antaranya Melinda Kusumawardani yang menjadi juara di event Jakarta Open dan Cindy Wulandari yang meraih medali emas di Popda.

Kejuaraan itu seperti disampaikan Ketua Pengcab Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Lamongan Sumiran diikuti 184 pesilat dari 14 perguruan. Di Lamongan sendiri, terdapat 23 perguruan, terdiri dari 15 perguruan prestasi dan 8 perguruan tenaga dalam.

Comments

comments