Terorisme

Pemilik Toko HP Penyimpan Bom Pemimpin JAD Bekasi

BEKASI, SENAYANPOST.com – Tim Detasemen Khusus (Densus 88) Antiteror menangkap dua orang terduga teroris sebagai tindak lanjut penemuan bom di toko handphone ‘Wanky Cell’ di Bekasi. EY alias Rafli dan YM alias Kautsar diamankan polisi dengan sejumlah barang bukti.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan EY merupakan pemilik toko handphone. Selain itu, EY juga merupakan amir (pemimpin) dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi.

“EY adalah seorang amir JAD Bekasi, dia menggantikan amir yang ditangkap beberapa tahun lalu ketika peristiwa bom Thamrin,” kata Dedi di Mabes Polri, Kamis (9/5).

Dedi menuturkan EY memiliki rekam jejak yang berbeda dengan SL. SL diketahui telah ditangkap lebih dulu pada Sabtu (4/5) lalu di Bekasi. Dedi menjelaskan EY hanya berkecimpung di kelompok JAD dan sekitarnya, namun ia memiliki peran vital. EY, kata Dedi, berperan sebagai penyandang dana sekaligus guru dari SL.

“EY mengajarkan SL, S dan T mengajarkan untuk merakit bom dan bom-bom yang dirakit berbeda dengan di Sibolga, itu high explosive. Dia sebagai mentor juga, dia juga merekrut anak-anak muda untuk bergabung di dalam kelompok JAD Bekasi,” tutur Dedi.

Densus 88 menyita barang bukti dari tangan EY berupa dua buah bom pipa yang berjenis daya ledak tinggi. “Ini lebih dikenal sebagai mother of satan yakni bom setan yang high explosive,” ujar Dedi.

Selain dua bom pipa, juga turut diamankan sejumlah barang yang digunakan untuk merakit bom, antara lain pisau HCL, pupuk, dan alat-alat senyawa, jeriken berisi aseton, termometer, dan lainnya. Barang-barang tersebut jika dirakit menjadi sebuah bom, diperkirakan bisa menghasilkan sekitar 20 bom.

Sementara itu orang kedua yang ditangkap, YM alias Kautsar, merupakan rekrutan langsung EY. YM diketahui merupakan seorang lulusan sebuah SMA negeri di Bekasi pada 2018. YM juga diketahui memiliki prestasi di bidang olahraga, khususnya karate.

Berdasarkan penuturan orang tuanya, kata Dedi, YM bahkan pernah menjuarai perlombaan karate di tingkat nasional yang diselenggarakan di Bali dan Kalimantan Selatan. Dedi menjelaskan YM dilatih untuk merakit bom oleh EY. Bahkan, kemampuan merakit bom YM setara dengan T.

Barang bukti yang disita dari tangan YM berupa laptop, hardisk, sejumlah catatan, alat-alat untuk merakit bom, serta remote control sebagai pemicu bom.

Sebelumnya, Densus 8 Antiteror Polri menangkap delapan terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Lampung selama tiga hari. Delapan terduga teroris ini ditangkap di daerah yang berbeda yaitu Bitung, Tegal, dan Bekasi, Kamis (2/5), Sabtu (4/5), dan Minggu (5/5).

Penangkapan terduga teroris yang dilakukan pada hari Sabtu (4/5) dan Minggu (5/5) berawal dari penangkapan dua tersangka di Bitung, Sulawesi Utara, yakni RH dan M, pada Kamis (2/5). Tersangka RH dan M ditangkap pada saat ingin naik kapal dari Bitung menuju Poso.

Pada Sabtu (4/5), Densus 88 juga mengamankan tiga terduga teroris yakni SL (34) yang ditangkap di Babelan, Bekasi; AN (20) di Kecamatan Tambun Selatan; dan MC (28) ditangkap di Kecamatan Tegal Timur.

Lalu pada Minggu (5/5), Densus 88 juga menangkap tiga terduga teroris, yakni MI (32) yang ditangkap di Perumahan Jaka Kencana, Bekasi; IF (19) ditangkap di Jl Dr Ratna Jati Bening, Bekasi; dan T(25) ditangkap di Jl Cluster The California, Bekasi. T terpaksa ditembak karena melempar bom kearah Densus 88.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close