Pemilik Investasi Bodong Paket Kurban Ditangkap Polres Cianjur

Pemilik Investasi Bodong Paket Kurban Ditangkap Polres Cianjur
Kapolres Cianjur, AKBP Mochamad Rifai

CIANJUR, SENAYANPOST.com - HA, pemilik sekaligus pengelola investasi bodong paket kurban dan Lebaran dijemput paksa oleh pihak Polres Cianjur meskipun sedang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Bandung.

"Kami sudah menemukan keberadaan terlapor HA yang saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit di Bandung. Kita akan tunggu sampai terlapor dapat dibawa ke Cianjur untuk dimintai keterangan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata Kapolres Cianjur, AKBP Mochamad Rifai di Cianjur, Kamis (10/9/2020).

Sebelumnya, Rifai menjelaskan bahwa HA sudah dipanggil dua kali, namun terlapor tidak pernah hadir, sehingga petugas kembali disebar untuk memastikan keberadaan terlapor yang akhirnya diketahui sakit dan sedang menjalani perawatan.

Untuk memastikan kesehatan terlapor, ungkap dia, pihaknya sudah mengirim dan menempatkan anggota di rumah sakit tersebut, setelah dinyatakan sembuh, terlapor akan langsung digiring ke Mapolres Cianjur, meskipun hingga saat ini statusnya masih terlapor dan belum ditetapkan sebagai tersangka.

"Kita tunggu hasil cek kesehatan, kalau sudah sembuh kita akan bawa ke Cianjur untuk pemeriksaan, kemungkinan setelah diperiksa akan dinaikkan statusnya sebagai tersangka," katanya.

Sebelumnya ribuan orang korban investasi bodong yang diwakili masing-masing ketua kelompok dan reseller melaporkan HA arga Desa Limbangsari, Kecamatan Cianjur, ke Mapolres Cianjur karena diduga telah melakukan penipuan dengan kerugian mencapai puluhan miliar rupiah.

HA dilaporkan karena tidak pernah menepati janjinya untuk merealisasikan investasi yang dijanjikan pada ribuan anggota yang berasal dari beberapa kabupaten di wilayah IV Jawa Barat seperti Cianjur, Bogor, Sukabumi dan Bandung Barat.

Bahkan menjelang pencairan paket hewan kurban, HA tiba-tiba menghilang dan kembali berjanji akan mencairkan semua program yang diikuti seribuan orang lebih itu, dengan catatan mencabut laporan polisi, namun korban tidak percaya dan tetap melaporkan pemilik rumah mewah tersebut ke polisi.