Hukum

Pemilik CV 9 Naga Jalani Sidang Perdana Perkara Korupsi Proyek di Lamsel

LAMPUNG, SENAYANPOST.com – Pemilik CV 9 Naga, Gilang Ramadhan, terdakwa dugaan kasus korupsi proyek infrastruktur di Lampung Selatan yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa bulan silam menjalani sidang perdananya di PN Tanjungkarang, Bandarlampung, Provinsi Lampung, Kamis (11/10/2018).

Didampingi dua penasehat hukumnya, terdakwa Gilang Ramadhan mengenakan kemeja biru duduk santai di kursi pesakitan Ruang Garuda Pengadilan Tipikor Tanjungkarang. Dalam surat dakwaan yang dibacakan jaksa KPK, Bupati Lampung Selatan Nonaktif Zainudin Hasan terus disebut di persidangan.

Puluhan keluarga serta kerabat dari terdakwa memenuhi ruang persidangan PN Tipikor Tanjungkarang. Sementara, petugas keamanan bersenjata lengkap dari pihak Brimob Polda Lampung terlihat berjaga jaga di luar dan dalam ruang persidangan.

Seusai membacakan dakwaan, Jaksa KPK tidak melanjutkan sidang dengan agenda keterangan saksi. Pihak KPK meminta sidang dengan agenda keterangan saksi dilanjutkan satu minggu mendatang dengan agenda keterangan saksi.

“Untuk sidang keterangan saksi kami meminta dilanjutkan pekan depan yang mulia, mungkin ada sekitar 5 atau 6 saksi yang akan dihadirkan,” kata JPU KPK, Subaru Kurniawan, di persidangan.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI membidik tindak pidana pencucian uang, terkait korupsi fee proyek di Lampung Selatan, Provinsi Lampung, dengan tersangka mantan Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan, Anggota DPRD Provinsi Lampung Agus Bakti Nugroho, Kadis PUPR Lampung Selatan Anjas Asmara, dan pihak swasta Gilang Ramadhan sebagai direktur PT Prabu Sungai Andalas.

Dari pemeriksaan KPK, beberapa uang fee proyek yang diberikan swasta ke adik ketua MPR RI tersebut, kerap dibelikan ke aset, khususnya tanah. Dalam perkara ini, baru Gilang Ramadhan yang sudah dilakukan Pelimpahan tahap II, dan menjalani sidang di PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis (11/10/2018) hari ini.

Sementara tiga tersangka lainnya, masih dalam kelengkapan berkas perkara, maupun pengembangan, apa ada bukti dan fakta hingga tersangka lainnya.

“Lainnya masih dalam pengembangan. Pada prinsipnya, KPK tidak serta merta selesai ketika sudah OTT. Misal, bisa saja pengembangan ada pelaku lainnya, seperti DPRD misalnya,” jelas Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

Gilang diketahui terciduk dalam operasi tangkap tangan KPK beberapa waktu lalu. Ia terbelit kasus dugaan suap berupa fee 15 jenis proyek infrastruktur di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Lamsel.

Dalam perkara ini, Gilang selaku direktur PT Prabu Sungai Andalas terjerat dua pasal. Masing-masing pasal 5 ayat 1 dan pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (AF)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close