Metropolitan

Pemilihan Wagub DKI Mundur Pertengahan Februari

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta terancam mundur lagi. Pemilihan pendamping Gubernur DKI Anies Baswedan itu diundur selama dua pekan yang semula jadwalnya dilakukan pada awal Februari.

“Tata tertibnya itu baru mau di-rapimgab (rapat pimpinan gabungan-kan, saya lupa tanggalnya. Habis itu baru Panlih bulan Februari, habis panlih paripurna. Insya Allah selesai lah minggu kedua Februari,” kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Rabu (29/1).

Selain tata tertib, hal lain yang dibicarakan dalam rapimgab itu adalah tata pelaksanaan uji kepatutan dan kelayakan cawagub DKI.

“Ya didetailkan (fit and proper test) di tata tertibnya. Kan semua diatur lewat tata tertib. Bukan semau-mau,” ujar pria yang juga Ketua DPD Gerindra DKI tersebut.

Taufik sendiri menilai pemaparan visi dan misi oleh calon wakil gubernur bisa dikategorikan sebagai uji kepatutan dan kelayakan. Oleh karnea itu, ia sempat menyatakan tidak perlu diadakan kembali uji kepatutan dan kelayakan untuk mempercepat prosedur.

“Saya sih untuk mempercepat ya, ketika penyampaian visi misi itu kan bagian dari fit and proper test. Gitu aja,” jelas dia.

Kalaupun ada tes tersebut, Taufik meminta agar uji kepatutan dan kelayakan tersebut dilakukan secara terbuka. Diketahui pada uji kepatutan dan kelayakan yang sebelumnya dilakukan secara tertutup.

Pada proses sebelumnya yang akan diajukan adalah dua kader PKS yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu. Belakangan, dua nama bacawagub itu batal karena tak ada titik temu Gerindra dan PKS selaku partai pengusung Anies pada Pilkada DKI 2017.

Terbaru, bakal nama cawagub pun berubah jadi kader Gerindra Ahmad Riza Patria dan kader PKS Nurmansyah Lubis. Sejauh ini Nurmansyah sudah melakukan pergerakan ke beberapa fraksi seperti PDIP, PAN, PSI hingga Golkar. Sementara Riza hingga saat ini terlihat belum melakukan safari politik.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close