BUMN

Pemerintah Minta DPR Melihat BPJS Secara Keseluruhan

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Dalam rapat gabungan antara pemerintah dan DPR RI, pemerintah yang diwakili oleh Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani menegaskan agar DPR melihat masalah defisit anggaran BPJS Kesehatan ini secara menyeluruh.

“Baik dalam konteks hak dan kewajiban, bagaimana mengatasi masalah BPJS ini tanpa menimbulkan masalah baru yang mengganggu situasi negara. Sebab, pemerintah sudah menyuntik BJS Rp 13, 5 triliun, tapi masih defisit Rp 15,5 triliun,” tegas Sri Mulyani di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Sri Mulyani mengingatkan, jika sebelum kenaikan ini tahun 2014, BPJS terus mengalami defist dengan trend makin besar Rp 9 triliun, lalu disuntik Rp 5 triliun, tahun 2016 suntik Rp 6 triliun, tahun 2017 suntik Rp 13 triliun, tahun 2018 suntik Rp 19 triliun, dan pada 2019 BPJS menyurati pemerintah bahwa BPJS mengalami defisit Rp 32 triliun.

“Kita boleh mengatakan semua rakyat bisa masuk rumah sakit, tapi sistem keuangan kita tak mampu memenuhi kewajibannya. Apalagi banyak yang tidak mau membayar hinga 1 tahun, maka banyak rumah sakit yang mengalami situasi sangat sulit. Jadi, pemeirntah melihat dari semua segi,” jelas Sri Mulyani.

Dua aspek lainnya, Sri Mulyani minta untuk mendefinisikan pelayanan kesehatan dasar.

“Artinya, jika unlimated masuk rumah sakit tersebut, maka iuran berapa saja akan menjadikan keuangan negara jebol. Ketiga kemampuan BPJS dalam mengkolektif pembayaran iuran. “Jadi, semua harus dilihat secara komprehensif jika ingin ingin pembangunan kesehatan nasional ini berkelanjutan, sustainable, “ tambahnya.

BPKP dan BPK pun minta BPJS memperbaiki sistem kepesertaan, manajemen iuran, dan lain-lain mengingat yang membayar iuran kurang dari 60 persen.

“Ini sudah terjadi defisit struktural. Karena itu pemerintah memutuskan kenaikan iuran, dan perintah UU kenaikan itu mesti dilakukan 2 tahun sekali. Dan, Perpres No.75 tahun 2019 itu dilahirkan dengan bebagai pertimbangan itu,” pungaksnya.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close