Pemerintah Kaji Bantuan Rp600 Ribu untuk Pekerja Informal

Pemerintah Kaji Bantuan Rp600 Ribu untuk Pekerja Informal

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pemerintah akan memberikan bantuan bagi para pekerja swasta yang gajinya di bawah Rp5 juta per bulan.

Bantuan Rp600 Ribu per bulan itu akan diberikan selama empat bulan berturut-turut.

Sebanyak 13,8 juta tenaga kerja akan mendpatkan bantuan tersebut.

Selain pekerja swasta, pemerintah ternyata juga tengah mengkaji bantuan subsidi gaji tersebut untuk pekerja informal.


“Data penerima manfaat, 13,8 juta tenaga kerja formal (tenaga kerja informal masih dikaji),” demikian tertulis dalam materi yang disampaikan Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Budi Gunadi Sadikin, Jumat (7/8).

Budi menjelaskan, saat ini pihaknya fokus pada pekerja formal yang gajinya di bawah Rp5 juta per bulan karena kelompok ini belum tersentuh bantuan pemerintah.

Sementara kelompok lainnya atau 29 juta rakyat termiskin dinilai telah banyak mendapatkan bantuan dari pemerintah. Mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH) Rp600.000 hingga Rp1 juta; Kartu Sembako Rp200.000 per bulan, hingga Kartu Prakerja bagi korban PHK.

“Segmen tenaga kerja formal yang tidak termasuk tenaga kerja informal, rakyat miskin, atau yang di-PHK yang belum dapat bantuan, padahal gaji mereka dipotong,” jelasnya.

Adapun hingga saat ini tim satgas bersama dengan BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek tengah memgumpulkan dan memverifikasi nomor rekening pekerja.

Sehingga diharapkan nantinya bantuan tersebut akan langsung ditransfer ke rekening penerima mulai September mendatang.

“Insyaallah dalam dua pekan ini kami bisa kumpulkan dan verifikasi nomor rekeningnya, sehingga bantuannya akan langsung secara tunai,” tambahnya.

Bantuan Rp600.000 per bulan bagi pekerja swasta itu akan dilakukan selama empat bulan.

Pencairannya akan ditransfer langsung ke rekening penerima dalam dua tahap. Anggaran yang disiapkan pemerintah mencapai Rp33,1 triliun, naik dari sebelumnya yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani sebesar Rp31,2 triliun.