Nasional

Pemerintah Ingin Naikkan Batas Usia Perkawinan

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Usia perkawinan di Indonesia rencananya akan dinaikkan, yakni dimulai di usia 20 tahun. Hal itu dimaksudkan untuk mencegah pernikahan dini.

“Usia 20 untuk anak perempuan, 22 untuk anak laki-laki. Kemungkinan seperti itu,” kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise di Jakarta, Senin (16/4/2018).

Untuk itu, Yohana terus mendorong adanya revisi Undang-Undang No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

BACA JUGA: Oala, Dua Pelajar SMP Ini ‘Maksa’ Nikah Muda di KUA

Dalam UU Perkawinan No 1/1974, tercantum minimal batas usia perkawinan ialah 16 tahun untuk anak perempuan dan 18 tahun untuk anak laki-laki.

Dinaikkannya batas usia perkawinan ini, menurut Yohana, juga atas desakan dari masyarakat.

“Oleh karena desakan dari masyarakat, termasuk ulama-ulama perempuan yang meminta segera pemerintah menindaklanjuti keinginan mereka untuk menaikkan usia nikah pernikahan anak dan itu akhirnya sudah disetujui,” paparnya.

Yohana menjelaskan usulan itu saat ini sedang dikoordinasikan bersama Kementerian Agama (Kemenag).
Selain itu, berbagai lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang memiliki perhatian di bidang ini dilibatkan.

Sementara itu, atas kasus dua anak di Bantaeng, Sulawesi Selatan, yang ingin menikah, saat ini Kementerian PPPA tengah menanganinya. Yohana mengatakan ada tim khusus untuk mengawal kasus perkawinan dua remaja SMP tersebut.

“Kami tetap tindak lanjut itu dan sudah ada laporan yang masuk ke kementerian kami. Nanti dari pusat pelayanan terpadu kami akan mendampingi kasus yang ini, kasus pernikahan anak,” katanya.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close