Ekonomi

Pemerintah Antisipasi Rupiah Tembus Rp20 Ribu per Dolar AS

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pemerintah terus mengantisipasi nilai tukar rupiah anjlok hingga menembus Rp20 ribu per dolar AS sebagai imbas penyebaran wabah virus corona (covid-19).

Proyeksi itu berdasarkan pemetaan pemerintah terkait skenario perekonomian berat dan sangat berat yang mungkin dialami Indonesia apabila pandemi tak kunjung berakhir.

“Perekonomian Indonesia saat ini sudah berada di skenario berat dan berisiko akan turun ke skenario sangat berat,” kata Menteri BUMN Erick Thohir dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI yang digelar secara teleconference, Jumat (3/4/2020).

Dalam hal ini, Erick merincikan salah satu pengaruh yang dapat dirasakan apabila dalam kondisi skenario berat adalah nilai tukar rupiah yang dapat melemah hingga Rp17.500 per dolar AS.

Bahkan, menurutnya nilai tersebut dapat mencapai Rp20.000 per dolar AS apabila sudah berada dalam kondisi skenario sangat berat.

Hal ini menjadi perhatian mengingat BUMN terpapar risiko nilai tukar. Sejumlah perusahaan pelat merah terancam mengalami gangguan arus kas (cash flow) perusahaan karena pelemahan nilai tukar rupiah.

“Laju cash flow PT Pertamina (Persero) dan PLN akan terganggu dengan menurunnya nilai kurs rupiah,” jelasnya.

PLN, sambung Erick, saat ini memiliki obligasi (bond) yang sebagian besarnya berdenominasi dolar AS. Dana dari obligasi itu dilakukan untuk membiayai sejumlah proyek pembangkit listrik.

Sementara, Pertamina masih melakukan impor minyak yang dibeli dengan menggunakan dolar AS tetapi penjualan di dalam negeri dilakukan dalam rupiah. (Jo)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close