Kriminal

Pembunuh Pendeta di Wamena Didor Polisi

JAYAPURA, SENAYANPOST.com – Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal mengungkapkan, tiga orang begal sadis di Wamena, Papua, yang menewaskan Pendeta Claarce Rinssampesy (60), ditangkap polisi.

Polisi terpaksa menembakkan timah panas kepada para pelaku karena mereka berusaha melawan dan melarikan saat akan ditangkap.

Ketiga pelaku ialah Save Kosi (19) dan Maikel Sabulai (25), yang ditangkap di rumahnya; serta Akiok Wuka (25), yang ditangkap polisi di Jl Ahmad Yani, Kota Wamena. Ketiganya ditangkap pada Rabu (2/1/2019).

“Ketiganya ditangkap setelah dilumpuhkan karena saat ditangkap melakukan perlawanan kepada petugas,” ujar Ahmad Musthofa Kamal, di Jayapura, Kamis (3/1/2018).

Kamal mengatakan tersangka Akiok Wuka merupakan residivis yang melarikan diri dari Lapas Wamena dan sudah menjadi target anggota kepolisian. Selain menangkap pelaku, polisi menyita senjata tajam yang digunakan para begal itu ketika melakukan aksinya berupa parang, pisau, dan kampak.

Kamal menjelaskan, ketiga pelaku membegal pendeta Claarce Rinssampesy (60) pada Jumat (28/12/2018), sekitar pukul 19.25 WIT. Saat itu korban naik motor dibonceng menuju rumahnya di depan Gereja Efata, Wamena. Pelaku membacok pendeta tersebut untuk merampas tasnya.

“Korban sempat dirawat, namun dua hari kemudian korban meninggal dunia akibat luka bacokan yang diderita,” ujar kamal. (JS)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close