Kriminal

Pemblokiran Twitter Veronica Koman, Kominfo Tunggu Polisi

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengungkapkan pihaknya belum berencana memblokir akun Twitter aktivis Papua, Veronica Koman, yang telah ditetapkan sebagai tersangka penghasutan insiden Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur.

Veronica diketahui aktif menggunakan akun Twitter dengan akun @VeronicaKoman. Polda Jawa Timur juga sudah menetapkan Veronica sebagai tersangka penghasutan insiden Asrama Mahasiswa Papua karena sejumlah cuitan di akunnya itu.

“Belum ada (rencana pemblokiran). Nanti itu tergantung kepada penyidik. Karena itu bagian daripada strategi penyidik,” kata Rudiantara di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Rudiantara mengatakan tak selalu penyidik kepolisian langsung meminta pihaknya memblokir akun Twitter seseorang. Terkadang, kata Rudiantara, mereka ingin menelusuri aktivitasnya terlebih dahulu.

“Penyidik kan kadang-kadang minta langsung di take down atau kadang-kadang tidak minta di take down karena mau ditelusuri, mau dilihat ini larinya ke mana,” ujarnya.

“Itu strategi di penyidik lah. Yang menetapkan tersangka kan polisi, tanya sama polisi saja,” kata Rudiantara melanjutkan.

Rudiantara menyebut media sosial twitter menjadi lapak paling banyak untuk menyebarkan hoaks atau informasi bohong hingga pesan berisi provokasi.

Saat disinggung apakah twitter Veronica tergolong akun penyebar hoaks maupun provikasi, Rudiantara tak menjawab tegas.

“Pokoknya banyak lah, paling banyak di Twitter lah. Banyak lah,” tuturnya. (JS)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close