Nasional

Pembina Pramuka SMP Negeri 1 Turi Terancam 5 Tahun Penjara

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Insiden hanyutnya siswa SMP N 1 Turi saat melaksanakan ekskul Pramuka yakni susur sungai di Sungai Sempor, Pedukuhan Dukuh, Desa Donokerto, Turi, Sleman telah diselidiki Polisi. Dalam hal ini Polda DIY dan sudah menetapkan satu tersangkaberinisial IYA, pembina pramuka yang juga guru olahraga di sekolah tersebut.
“Tadi siang dipimpin Dirkrimum Kombes Burkan Rudy, menaikkan status penyelidikan menjadi penyidikan. Sehingga kita juga sudah menaikkan salah satu dari para saksi itu dengan inisial IYA menjadi tersangka. Saat ini, yang bersangkutan sedang dilakukan pemeriksaan, dilakukan BAP sebagai tersangka,” ujar Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yulianto dalam jumpa pers di Puskesmas Turi, Sabtu (22/2).
Yulianto menjelaskan, polisi setidaknya telah memeriksa 13 orang. Di antaranya 7 pembina pramuka, 3 dari Kwarcab, dan sisanya warga sekitar.
“Dari 7 orang (pembina) ini, 6 orang ini Ikut ke lokasi, yang satu orang tinggal di sekolah karena menunggu barangnya anak-anak itu. Enam orang itu ikut mengantar anak-anak ke sungai,” ujarnya.
“Dari 6 orang itu 4 orang turun ke sungai, ke air. Yang dua orang, satu begitu bisa sampai lokasi pergi meninggalkan lokasi karena ada keperluan. Kemudian yang satunya lagi menunggu di titik finishnya. Jarak dari start ke finish panjangnya sekitar 1 km,” ujarnya.
Tersangka IYA dianggap lalai karena meninggalkan siswanya. Sampai saat ini polisi masih terus melakukan pemeriksaan. Ditahan atau tidaknya tersangka, tergantung pertimbangan penyidik usai melakukan pemeriksaan. Dugaan sementara adalah kelalaian dengan Pasal 359 dan Pasal 360 KUHP.
“Pasal yang kita kenakan adalah Pasal 359, kelalaian yang mengakibatkan orang meninggal dunia dan Pasal 360 karena kelalaiannya mengakibatkan orang lain luka-luka. Ancaman hukuman maksimal 5 tahun,” katanya.
Terkait kemungkinan bertambahnya tersangka, Yuli menjelaskan semua itu bergantung hasil pemeriksaan saksi-saksi. Sejauh ini dari pihak siswa belum dilakukan pemeriksaan karena masih trauma.
“Dari Polda DIY juga menyiapkan, petugas untuk trauma healing. Besok ketika sudah masuk sekolah ada terapi secara psikologis kepada anak-anak itu,” katanya.
Sementara pemeriksaan dari kwarcab dilakukan polisi untuk mengetahui bagaimana aturan dalam kepramukaan. Terutama berkaitan dengan manajemen risiko kegiatan pramuka.
Pantauan di lokasi, pencarian 2 siswa yang masih hilang terus dilakukan SAR Gabungan. Dari peristiwa ini 8 siswa ditemukan meninggal dunia.
KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close