Energi & Tambang

Pembatasan Izin Tambang Timah di Babel Pengaruhi Ekonomi

BABEL, SENAYANPOST.com – Pembatasan izin usaha penambangan bijih timah mempengaruhi pertumbuhan ekonomi masyarakat triwulan III 2019, karena lapangan usaha pertambangan menjadi berkurang.

“Usaha pertambangan dan pengalian bijih timah pada triwulan III tahun ini mengalami kontraksi -0,63 persen terhadap perekonomian Bangka Belitung,” ujar Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel, Darwis Sitorus, di Pangkalpinang, Rabu (6/11/2019).

Menurutnya, pembatasan izin usaha pertambangan yang diberlakukan dan semakin ketatnya aturan tentang pertimahan di Kepulauan Bangka Belitung membuat banyak perusahaan smelter swasta yang berhenti berproduksi sehingga menurunkan produksi bijih timah sebagai bahan bakunya.

Pertumbuhan ekonomi secara q-to-q yang tertinggi dicapai oleh jasa kesehatan dan kegiatan sosial 7,41 persen, informasi dan komunikasi 6,50 persen dan jasa pendidikan 5,42 persen.

Momentum Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada Triwulan III 2019 meningkatkan kegiatan sosial. Selain itu, kondisi cuaca yang kurang baik membuat banyak masyarakat yang berobat ke rumah sakit, baik swasta ataupun pemerintah meningkat, sehingga pendapatan rumah sakit juga terjadi peningkatan.

Selain itu, di era keterbukaan informasi dan teknologi, persaingan antar penyedia jasa informasi komunikasi semakin ketat sehingga mereka berlomba-lomba untuk menawarkan produk berupa paket layanan yang se-menarik dan se-terjangkau mungkin.

Hal ini, jelas dia, searah dengan tuntutan permintaan konsumen yang semakin meningkat untuk selalu mengikuti perkembangan informasi dan komunikasi. “Hal ini lah yang mendorong lapangan usaha informasi dan komunikasi terus tumbuh positif dari waktu ke waktu,” jelasnya. (WS)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close