Pembasan RUU Cipta Kerja Ditarget Rampung Sebelum 17 Agustus 2020

Pembasan RUU Cipta Kerja Ditarget Rampung Sebelum 17 Agustus 2020

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pemerintah mempercepat proses pembahasan RUU Cipta Kerja (Ciptaker) masih berlanjut dengan Badan Legislasi DPR RI.

Harapannya, proses pembahasan RUU yang menuai penolakan dari kalangan buruh tersebut bakal rampung sebelum HUT RI pada 17 Agustus mendatang.

Menurut Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiharso, dalam satu pekan ke depan, proses pembahasan RUU dengan Baleg DPR bakal dikebut sehingga target untuk rampung sebelum 17 Agustus bisa tercapai.


“Targetnya? Optimal aja bahasannya, percepat. Kondisi sekarang sangat butuhkan RUU Cipta Kerja. Apakah bisa segera selesai atau 17 Agustus? kami targektan pembahasan optimal. Mudah-mudahan bisa segera selesai,” paparnya, Rabu (6/8/2020).

Lebih lanjut dirinya pun menjelaskan, hingga saat ini proses pembahasan RUU Cipta Kerja di tingkat panitia kerja (panja) Baleg sudah dilakukan lebih dari 10 kali.

Susiwijono mengatakan, pemerintah dan legislatif setidaknya sudah membahas lima bab dari total 15 bab yang ada di RUU tersebut. Dari lima bab tersebut, ada tiga perizinan usaha yang dibahas.

“Tiga perizinan berusaha ini hampir 50 persen dari substansi,” ucapnya.

Adapun mengenai klaster ketenagakerjaan yang kerap diperdebatkan, Susiwijono mengatakan pembahasannya sudah dilakukan dalam sebulan terakhir secara tripatrit dengan serikat pekerja.

“Bu Menaker (Ida Fauziyah) akan laporkan ke empat Menko terkait hasil pembahasannya. Kita bawa minggu depan untuk panja Baleg,” jelas dia.

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyatakan, pembahasan RUU Cipta Kerja klaster ketenagakerjaan yang dilakukan bersama Tim Tripartit telah selesai dan segera disampaikan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI).

Tim Tripartit yang terdiri dari unsur pengusaha seperti Kadin dan Apindo, serikat buruh, dan pemerintah telah melakukan 9 kali pertemuan dalam rentang 8 Juli-23 Juli 2020 untuk membahas klaster ketenagakerjaan di RUU Cipta Kerja.

“Untuk selanjutnya saya selaku penerima amanat dari Menko Perekonomian maka kami akan menyampaikan laporan hasil pembahasan RUU Cipta Kerja Klaster Ketenagakerjaan dari Tim Tripartit ini kepada Menko Perekonomian. Untuk kemudian diserahkan ke DPR untuk proses pembahasan berikutnya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (2/8/2020).