Kriminal

Pembakaran Polsek Tembelang, Polda Jatim Periksa 6 Orang

SAMPANG, SENAYANPOST.com – Pascapembakaran mapolsek Tembelang, Sampang, polisi berencana akan memanggil beberapa warga yang diduga melakukan provokasi terhadap warga lain.

Hal ini ditegaskan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Irjen Pol. Luki Hermawan, didampingi Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI R. Wisnoe P, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, kita berencana akan memeriksa 6 warga yang diduga menjadi provokator.

“Kita akan panggil 6 orang dan pemeriksaan dilakukan di Polda Jatim,” katanya usai melihat kondisi situasi di Sampang serta melihat langsung Polsek Tembelang yang dibakar massa, Kamis (23/5/2019).

Kenapa harus di Polda, jendral bintang dua ini mengaku kalau diperiksa disana (Sampang red) tak mungkin karena situasinya. Sedangkan saat melihat polsek, Kapolda bersama forkompimda langsung melihat Mapolsek yang terbakar habis, tak hanya Polsek ternyata ada mobil dinas berjumlah 2, motor satu unit dan 10 kendaraan pribadi serta ada 1 mobil masyarakat ikut terbakar habis.

Untuk itu, tim inavis Polda Jatim sudah melakukan identifikasi terhadap terbakarnya Polsek Tembalang. Dan saat dilakukan, pembersihan, ditemukan banyak botol bom molotov yang dilempar dari luar pagar, banyak juga botol berisi bensin yang tercecer. Selain itu, hampir kurang lebih 30 botol yang belum dipakai ditemukan di tempat kejadian perkara di luar polsek.

“Kejadiannya malam hari dan baru tahu banyak bom molotov yang di luar sana,” terangnya.

Disinggung motif pembakaran lanjut Kapolda berawal Ini sebenarnya tidak ada kaitannya secara langsung dengan kejadian pilpres. Ini sebenarnya, mereka akan melakukan demo di bawaslu, dan saat maghrib ada 200 orang, tidak datang ke bawaslu tetapi kemudian mereka berputar-putar.

Mereka mendapat kabar, kalau tokoh Madura di Jakarta tak bisa keluar dan ditangkapi oleh petugas. Ulama ini kemudian, meminta bantuan Kapolres atau Kapolsek untuk bisa keluar dari demo.

Entah bagaimana, warga langsung balik melempari polsek dengan batu dan ada bom molotov. Tetapi tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, “Alhamdulillah tidak ada korban, baik itu anggota maupun masyarakat,” paparnya.

“Namun ada salah satu masyarakat yang ditolong anggota yang terkena tangannya, keserempet saja, dan anggota tersebut berhasil diselamatkan,” ujarnya.

Dengan dibantu beberapa anggota dibawa oleh bupati menggunakan kendaraan plat merah, alhamdulillah situasi mereda.

Setelah itu, Gubernur Jatim menghubungi bupati via telepon. Akhirnya bersama Kapolres dan Dandim masyarakat yang berkumpul disana sekitar pukul 1 pagi, sudah membubarkan diri. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close