FeaturesPergudanganPerkantoranPerumahanPropertiRumah Susun

Peluang Kawasan Pergudangan di Tengah Lesunya Properti

Properti – Sektor properti lesu . Tapi hal itu tak membuat pengembang kehabisan akal. Di tengah lesunya bisnis properti, mereka menghadirkan properti dengan konsep menarik.  Satu di antaranya adalah kawasan pergudangan. PT Graha Raya Estetika menghadirkan gudang serbaguna dan multifungsi dengan nama Kawasan Kirana Utama.
Kawasan pergudangan ini terletak di Jalan Raya Cileungsi-Jonggol Km 1 No.99, Cileungsi-Bogor dengan lahan seluas 20 hektare. Pembangunannya dimulai sejak 2014. Tahap pertama dibangun 36 unit. “Semoga pada tahun ini, kami sudah bisa melakukan serah terima kunci,” ujar Ravi Sadarangani, Direktur Utama PT. Graha Raya Estetika.
Kawasan Kirana Uttama memiliki lima tipe bangunan dengan dua lantai. Ukurannya mulai dari 5 meter x 6 meter persegi, sampai paling besar berukuran 10 meter x 6 meter persegi. Ravi mengungkapkan pihaknya juga akan membangun gudang dengan ukuran costum. “Tipe ini kami buat untuk memenuhi kebutuhan gudang berukuran lebih luas,” ujarnya.
PT Mega Manunggal Property Tbk. juga menggarap properti pergudangan. Dikutip dari SWA.co.id. pengembang raksasa ini akan membenamkan investasi sekitar Rp 900 miliar untuk membangun gudang di Cikarang, Jawa Barat, dan Halim, Jakarta Timur. Sebelumnya, perseroan ini memiliki empat properti logistik yang tersebar di berbagai tempat.
Direktur Utama Mega Manunggal Property Tbk. Fernandus Chamsi mengatakan pihaknya akan mengakuisisi lahan di lokasi yang strategis kemudian membangun konstruksi properti logistik. “Kami melihat prospek permintaan yang tinggi karena peningkatan investasi asing (FDI) dan domestik mendorong pertumbuhan harga tanah di kawasan industri,” ujarnya.
Thendra Chrisnanda, Analis BNI Securitas menilai prospek bisnis pergudangan akan semakin menarik terutama bagi emiten yang bergerak dalam pengembangan lahan industri. Pasalnya, saat ini pengusaha atau idustri pengguna gudang lebih memilih menyewa gudang daripada membangun sendiri karena investasinya membutuhkan biaya besar.
Thendra menegaskan pengusaha saat ini ingin melakukan efisiensi untuk ekspansi. Karena itu, dana yang bisa digunakan untuk membangun gudang akan dialokasikan untuk ekspansi. Ia mencontohkan,  jika sewa gudang sekitar Rp 800 juta, maka dengan rata-rata yield sewa gudang 8 persen sampai 10 persen, maka pengusaha lebih memilih menjadi penyewa.
Editor : Andi M Zafrullah
Reporter : Ronald Tanoso

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close