Lintas Daerah

Pelantikan Iriawan, Demokrat Dorong Hak Angket DPR

JAKARTA, SENAYANPOST.com — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akhirnya menunjuk Komisaris Jenderal Polisi Mochamad Iriawan sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat.

Langkah ini mendorong Fraksi Partai Demokrat mendesak DPR menggunakan hak angket.

Menurut Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPR, Didik Mukrianto, dalam keterangaj pers di Jakarta, Senin (18/6/2018), penggunaan hak angket dalam menyikapi langkah Kemendagri ini penting untuk mengingatkan dan mengoreksi pemerintah agar tidak terkoreksi oleh rakyat serta sejarah.

“Sebagai wakil rakyat yang harus menjadi penyeimbang dan pengawas jalannya pemerintahan, kami berpandangan saat yang tepat bagi Fraksi Partai Demokrat dan DPR untuk menggunakan hak angket,” kata Didik.

Menurutnya, Kemendagri terindikasi telah melakukan pembohongan terhadap publik dengan melantik Iriawan sebagai Pj Gubernur Jabar, karena sebelumnya telah membatalkan rencana tersebut saat Iriawan masih menjabat sebagai Asisten Kapolri bidang Operasi atau awal Januari 2018 silam.

“Bukan hanya diindikasikan ada perlawanan terhadap kehendak rakyat, lebih lanjut bisa diindikasikan adanya kebohongan publik yang dilakukan pemerintah,” kata Didik.

Pelantikan Iriawan juga dianggap melanggar tiga undang-undang sekaligus, yakni UU Nomor 5 Tahun 2104 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri, dan UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah.

Didik berpendapat, pelanggaran terhadap tiga undang-undang ini dapat mengategorikan pemerintah melakukan sebuah ‘skandal besar’ dalam konteks tata kelola pemerintahan, berbangsa, dan bernegara.

Pelanggaran undang-undang, Ketua DPP Partai Demokrat itu menambahkan, akan mencederai demokrasi dan kehendak rakyat.

“Sebagai bagian bangsa besar yang mencintai negeri ini, kita harus peka terhadap suara dan jeritan rakyat. Kami harus mengingatkan, bahkan mengoreksi pemerintah agar bangsa ini tidak terjerumus kepada persoalan besar yang sangat serius,” ucapnya. (JS)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close