Lintas Daerah

Pelanggar PSBB Surabaya Dihukum Tak Bisa Perpanjang SIM 6 Bulan

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya Raya tahap kedua disebut akan diiringi dengan penindakan yang tegas. Bentuknya, penundaan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan sanksi itu diberlakukan lantaran PSBB tahap pertama, dari 28 April – 11 Mei, penegak hukum masih memberlakukan fase edukasi dan imbauan kepada pelanggar.

“Fase tersebut sudah selesai,” kata dia, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (9/5).

Pada PSBB tahap kedua, lanjutnya, petugas akan langsung memberikan sanksi terhadap pelanggar berupa pengehentian sementara permintaan perpanjangan SIM dan SKCK hingga enam bulan.

“Penindakan akan lebih nampak di PSBB tahap kedua. Akan ada penindakan berupa pemberian sanksi bagi mereka yang melakukan pelanggaran PSBB, mereka yang melanggar tidak akan mendapatkan perpanjangan SIM selama 6 bulan ke depan, begitu juga saat mengurus SKCK,” katanya.

Dengan penambahan masa pemberlakuan PSBB tersebut, Khofifah meminta masyarakat meningkatkan kedisiplinan dalam menjalani aturan PSBB, seperti menjaga jarak, pemakaian masker, dan protokol kesehatan lainnya.

“Karena memang PSBB bukan hanya tanggung jawab pemerintah, namun juga masyarakat. Kalau masyarakatnya kurang patuh dan disiplin, sekalipun diperpanjang lagi maka jumlah pasien akan tetap bertambah,” ujarnya.

Menurutnya, kedisiplinan warga Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik merupakan faktor penting ayang akan menentukan berhasil tidaknya PSBB tersebut. “Kunci agar PSBB berhasil adalah warganya harus disiplin, harus patuh, dan jangan menyepelekan penyebaran Covid-19,” ujar Mantan Menteri Sosial RI ini.

Sebelumnya, pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Surabaya Raya mestinya tersisa dua hari lagi atau akan berakhir pada Senin (11/5). Namun kini, pelaksanaan PSBB di tiga daerah yakni Surabaya, Gresik dan Sidoarjo tersebut resmi diperpanjang.

Per 9 Mei, kasus positif Corona di Jatim mencapai 1.409 orang. Provinsi ini juga mencatat lonjakan kasus Covid-19 terbanyak se-Indonesia dengan 128 pasien.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close