Wawancara Khusus

Pelaku Skimming Incar ATM yang Jauh dari Keramaian

DALAM beberapa hari terakhir ini, ramai pemberitaan yang menyebut hilang atau berkurangnya saldo milik seseorang di Bank BRI secara misterius.

Para nasabah merasa tidak pernah melakukan perarikan atau transfer ke rekening lain atau transfer antar bank, namun ternyata saldonya berkurang bahkan habis.

Polisi dan bank pun melakukan penyelidikan yang akhirnya menangkap pelaku pembobolan rekening nasabah yang dilakukan dengan cara skimming. Apakah sebenanranya skimming itu?

Berikut wawancara khusus dengan Yudi Prayudi, M.Kom,  Kepala Pusat Studi Forensika Digital Fakultas Teknik Industri Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta. Berikut petikannya.

Apakah yang kejahatan ATM skimming itu?

ATM Skimming adalah sebuah bentuk kejahatan modern yang terorganisasi, yaitu sebuah upaya untuk melakukan pencurian informasi kartu kredit atau debit dengan cara menyalin informasi pada strip magnetik kartu yang digunakan pada mesin ATM. Proses untuk menyalin informasi biasanya dilakukan dengan menngunakan bantuan sejumlah alat baik yang menempel langsung pada ATM ataupun yang dipasang berdekatan dengan ATMnya.

Banyakkah kejadian yang berupa ATM skimming ini?

Data yang dirilis oleh The British Press, di wilayah Inggris saja setiap tahun tercatat hampir 100.000 nasabah yang melaporkan menjadi korban dari aktivitas skimming. Berdasarkan data yang direlease tersebut setiap tahun jumlah uang nasabah yang dicuri melalui kejahatan skimming meningkat hampir 20% tiap tahunnya.

Adakah varian-varian kejahatan skimming?

Ada. Selain ATM skimming yang saat ini populer, sebenarnya terdapat jenis skimming lainnya yang juga harus diwaspadai karena berpotensi memakan korban nasabah perbankan. Pertama adalah apa yang disebut dengan Hand-Held POS Skimming, yaitu sebuah alat yang bisa mencopy langsung / duplikasi kartu debit/credit. Kedua adalah apa POS Swaps, yaitu proses copy data kartu debit/credit dari mesin pembayaran yang sering terpasang di toko – toko. Dan ketiga adalah Dummy ATM, umumnya mesin ATM yang digunakan hanya untuk transaksi online, alih-alih mau melakukan transaksi online lewat mesin ATM, malah data-data kartu debit/kredit yang akan diambil oleh mesin dummy ATM ini.

Di mana biasanya alat skimming itu dipasang?

ATM Skimming standar umumnya berbentuk perangkat elektronik yang diletakkan di atas alat pembaca kartu ATM, bagi seseorang yang sudah mahir, perangkat ini bisa dipasang dengan cepat hanya dalam waktu kurang dari 3 menit saja. Ada banyak merek dan model mesin ATM, maka pembuat alat Skimming akan menyiapkan alatnya sedemikian rupa sehingga sesuai bentuk, warna dan ukurannya dengan mesin ATM tertentu agar tidak mudah terdeteksi sehingga si pemilik ATM ataupun si korban sama sekali tidak menyadari kalau pada ATM tersebut telah terpasang mesin skimming.

Apakah aksi mencuri data nasabah melalui ATM skimming ini memerlukan waktu lama?

Tidak perlu waktu yang lama. Ketika sebuah kartu ATM dimasukkan kedalam tempat pembaca kartu ATM, maka skimming akan melakukan proses copy data-data perbankan yang tersedia pada kartu ATM si korban. Kemudian pada waktu tertentu si pelaku akan melakukan kontrol alat skimming yang dipasangnya kemudian mengambil datanya dan akhirnya menduplikasi kartu ATM korban dengan cara menyalin data yang sudah didapat dari mesin skimmer kedalam kartu ATM kosong. Dalam perkembangannya, kecanggihan teknik skimming ini akan langsung mengcopy data yang didapat dari alat skimmingnya secara online atau remote, teknologi GSM, Bluetooth memungkinkan untuk mengirimkan data yang didapat dari skimming ke komputer atau smartphone yang dipasang pada lokasi tertentu. Dengan teknik yang canggih ini maka alat skimming dapat diakses dari manapun oleh si pelaku.

Mesin ATM yang seperti apa yang biasanya menjadi sasaran?

Target mesin ATM biasanya adalah lokasi ATM yang agak sepi atau dilokasi yang kurang penjagaan dan pengawasannya. Lokasi ATM yang jauh dari kantor bank adalah lokasi yang menjadi incaran pelaku skimming. Setelah didapat lokasi ATM yang dimaksud maka langkah berikutnya adalah memasang alat skimming pada mesin ATM tersebut. Selanjutnya alat skimming akan bekerja untuk mengkopi data-data ATM korban dan tahap terakhir adalah proses pengambilan dana milik si korban. Umumnya dana milik si korban akan diambil di lokasi yang berbeda dengan lokasi tempat proses skimming dilakukan.

Biasanya sindikat atau pelaku tunggal?

Kejahatan ATM Skimming termasuk dalam katagori organized crime. Sangat jarang pelaku ATM Skimming beroperasi sendiri. Mereka akan tersebar dalam beberapa lokasi dan membagi peran yang berbeda satu sama lainnya. Setidak ada yang bertindak sebagai otak utamanya sebagai koordinator, kemudian yang bertugas untuk melakukan pengadaan alat skimmingnya, kemudian yang bertugas untuk memasang alat tersebut pada lokasi mesin ATM target, kemudian yang bertugas untuk mengontrol data yang didapat dari ATM, selanjutnya yang bertugas untuk melakukan duplikasi kartu ATM dan yang terkahir adalah yang yang bertugas untuk menarik dana menggunakan ATM yang telah diduplikasi.

Sejak kapan kejahatan skimming ini mulai berkembang?

Alat dan teknologi untuk melakukan kejahatan ATM Skimming itu sendiri berevoluasi dari tahun ke tahun. Ilustrasi standard ATM Skimming dengan menjelaskan adanya alat yang dipasang pada lubang untuk memasukkan kartu ATM adalah alat dan teknologi skimming yang paling lama adalah periode tahun 2002-2007. Periode tahun 2008 mulai terdeteksi adanya alat skimming berupa micro spy camera untuk merekam pin yang dimasukkan oleh korban.

Tahun 2009 micro spy camera menjadi lebih kecil lagi ditambah dengan adanya alat baru yang terpasang menggunakan USB untuk merekam data. Tahun 2010 mulai terdeteksi adanya pin- pad overlay untuk merekam pin, tahun 2012 mulai banyaknya produk skimming yang dijual secara online dengan teknologi pin-pad yang semain tipis. Tahun 2014 mulai diterapkan teknologi skimming yang dapat mem-bypas alat-alat anti skimming. Pada tahun tahun terakhir ini teknologi skimming diintegrasikan dengan alat-alat yang terhubung langsung dengan internet sehingga aktivitas skimming dapat dikendalikan dari jarak jauh.

Bagaimana mengurangi risiko menjadi korban?

Dari sisi pengguna kartu ATM, langkah sederhana untuk menjaga diri dari aktivitas ATM skimming adalah usahakan gunakan kartu ATM dari yang telah menggunakan Chip EMV, kedua lakukan transaksi hanya pada ATM yang lokasinya terpantau keamanannya, dianjurkan gunakan ATM yang terpasang di kantor-kantor bank. Ketiga pantau dengan seksama kondisi sekitar ruang ATM, bila ada benda yang mencurigakan dan tidak yakin dengan fungsi benda tersebut maka sebaiknya tidak melakukan transaksi di mesin ATM tersebut. Terakhir,  monitor dengan seksama akun perbankan milik kita, bila ada transaksi penarikan uang yang mencurigakan dan diragukan, segera laporkan kepada pihak bank.

Kalau dari sisi bank?

Meningkatkan standard pengamanan pada kartu ATM/Debitnya itu sendiri. Dalam hal ini standard EMV (Europay Mastercard Visa), yaitu sebuah standard yang dibangun oleh konsorsium penyedia kartu bayar Mastercard dan Visa telah dijadikan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan standard bagi transaksi elektronik dan mencegah kejahatan skimming.

Kartu EMV dirancang untuk mengurangi kejahatan skimming. Kartu dengan chip EMV memberikan kode unik untuk setiap transaksi – tidak seperti halnya kartu strip magnetik yang menggunakan informasi kartu Anda untuk memproses setiap pembayaran. Sayangnya migrasi dari model kartu berbasis magnetic ke system chip EMV cukup mahal sehingga tidak semua penyedia jasa kartu ATM memilih teknologi EMV pada kartu ATM-nya. (AF)

KOMENTAR
Tags
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close