Internasional

Pelaku Perpeloncoan Diancam Penjara Seumur Hidup

MANILA, SENAYANPOST.com – Taka ada ruang bagi praktek perpeloncoan di Filipina. Tidak main-main, hukuman berat seumur hidup akan diberikan bagi mereka yang tetap nekat menggelar kegiatan perpeloncoan.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah meneken undang-undang yang melarang kegiatan perpeloncoan di sekolah dan berbagai institusi lainya.

Undang-undang Anti-perpeloncoan ini diteken Duterte, Rabu malam. Artinya, kini semua kegiatan perpeloncoan di sekolah, organisasi kepemudaan, bahkan di kemiliteran dan kepolisian dilarang. B

Alasan diterbitkannya undang-undang ini disebabkan selama bertahun-tahun banyak nyawa melayang akibat kegiatan perpeloncoan di berbagai institusi.

Korban terakhir kegiatan ini adalah seorang mahasiswa Horacio “Atio” Castillo III yang tewas akibat pemukulan yang dideritanya dalam proses perpeloncoan di sebuah universitas ternama di Manila.

“Tak ada yang namanya persatuan, persaudaraan, kekuatan, kehormatan, martabat, dan respek yang diperoleh dari perpeloncoan. Kegiatan ini tak lebih dari kekerasan dan pelecehan,” kata Senator Panfilo Lacson saat mengumumkan berlakunya undang-undang itu.

Sementara itu, Senator Joel Villanova menegaskan, undang-undang baru ini memberikan “gigi” untuk aturan sebelumnya yang terbit pada 1995.

Undang-undang baru ini memiliki kekuatan untuk melarang bahkan menjadikan perpeloncoan sebagai tindakan kriminal dengan hukuman setimpal bagi pelakunya.

Di bawah undang-undang baru ini, pelanggar terancam hukuman maksimal penjara seumur hidup dan denda hingga 3 juta peso atau lebih dari Rp800 juta.

Selain itu, undang-undang ini juga memperluas definisi perpeloncian hingga mencakup penderitaan fisik dan psikologi, cedera atau luka akibat kegiatan perekrutan anggota baru sebuah organisasi.

Selain itu, cakupan perpeloncoan juga diperluas tidak hanya di sekolah atau institusi pendidikan tetapi juga ke berbagai kegiatan sejenis di komunitas, organisasi berseragam, hingga perusahaan. (WW)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close