Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber Terancam 5 Tahun Bui

Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber Terancam 5 Tahun Bui
Tersangka penusukan Syekh Ali Jaber, Alpin Andrian (24), saat digelandang polisi untuk pindah ruang pemeriksaan. (Foto/Lampung Geh)

BANDAR LAMPUNG, SENAYANPOST.com  - Alpin Andrian (24), pelaku penusukan Syekh Ali Jaber, terancam 5 tahun penjara setelah Polresta Bandar Lampung menetapkannya sebagai tersangka.  

Hal tersebut diungkapkan Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Yan Budi Jaya, saat diwawancarai awak media.  

"Tersangka kita jerat Pasal 351 Ayat 2 dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara," katanya, Senin (14/9) dikutip dari Lampung Geh. 

Pada Senin (14/9) kemarin, Polresta Bandar Lampung telah Alpian Andrian sebagai menetapkan tersangka atas penusukan Syekh Ali Jaber.  

"Ini sudah kita tetapkan pelaku sebagai tersangka, tersangka saat ini sudah kita tahan di Rutan Polresta Bandar Lampung," kata Yan Budi.  

Berdasarkan keterangan dari orang tua Alpin, jika sang anaknya ini memiliki gangguan kejiwaan sejak beberapa tahun lalu.  

"Ini kan baru keterangan dari orang tuanya bahwa 2016 bahwa yang bersangkutan itu mengalami stres diakibatkan ibunya tenaga kerja di Hongkong dan nikah lagi," jelas Kapolresta.  

Namun polisi tidak percaya begitu dan hingga saat ini masih mendalaminya dengan mendatangkan dokter psikiater dan dokter kejiwaan dari Mabes Polri dan Polda Lampung.  

"Tapi kami sebagai penyidikan tidak percaya begitu saja, untuk meyakinkan itu kita berkoordinasi dengan Biddokkes Polda Lampung untuk memanggil dokter psikiater dan dokter kejiwaan dari Jakarta," katanya.  

Namun berdasarkan keterangan dokter dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kurungan Nyawa Lampung, tersangka terindikasi mengalami gangguan kejiwaan. 

"Memang di dalam keterangan Dokter Tendry itu ada indikasi, tapi itu masih jauh dari mengalami kejiwaan karena banyak item yang mengarah ke sana," ujar dia.  

Meski demikian, pihaknya akan tetap melakukan penyidikan lebih lanjut dengan prosedur hukum yang berlaku. 

"Tapi yang pasti kami dari pihak penyidik Polresta Bandar Lampung akan memproses sesuai prosedur hukum," tegas Yan Budi.