Pelaku Penembakan New York Diduga Lebih dari Satu Orang

Pelaku Penembakan New York Diduga Lebih dari Satu Orang
TKP Penembakan (foto CNBCIndonesia)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Pelaku penembakan di pesta halaman belakang sebuah rumah di Rochester, New York, Amerika Serikat, pada Sabtu (19/9) kemarin, diduga lebih dari satu orang. Penembakan itu mengakibatkan dua orang tewas dan 14 orang lainnya luka-luka.

"Dua orang korban kehilangan nyawa akibat tiga atau empat orang pelaku yang menembak kerumunan, yang terdiri dari 100 hingga 200 orang," ucap pihak Kepolisian Rochester, Frank Umbrino dalam konferensi pers, mengutip Associated Press, Minggu (20/9).

Polisi pada Sabtu (19/9) malam mengidentifikasi dua korban meninggal dunia yakni Jaquayla Young yang merupakan lulusan East High School dan Jarvis Alexander lulusan University Preparatory Charter School for Young Men.

Umbrino mengatakan, pesta itu seharusnya menjadi pertemuan kecil. Namun, sekelompok orang dari dua pesta di tempat lain yang berdekatan, pergi ke pesta yang dihadiri dua korban dan terjadi pertengkaran.

Polisi menemukan lebih dari 40 selongsong peluru di tempat kejadian usai empat pelaku itu melepaskan tembakan.

Polisi saat ini masih berusaha menelusuri pelaku dan alasannya melepaskan tembakan. Mereka meminta pada para saksi untuk menyampaikan pernyataan dan foto atau video apa pun.

Sementara 14 korban yang terluka akibat tembakan tidak mengalami cedera yang mengancam jiwa. Korban luka rata-rata berusia 17-23 tahun.

"Dua orang lagi terluka ketika mereka diinjak-injak saat melarikan diri. Tapi diperkirakan akan pulih," katanya.

Kasus penembakan ini menambah trauma warga Rochester yang belum lama ini mengungkap kasus kematian Daniel Prude. Prude ditemukan meninggal pada Maret lalu akibat sesak napas setelah sekelompok polisi menutupi kepalanya dan mendorongnya ke trotoar.

"Komunitas kami telah cukup terluka," kata Wakil Presiden Dewan Kota Rochester Willie Lightfoot. "Ini hanya satu hal dari semua yang telah kita alami," sambungnya.

Namun, penembakan di pesta itu belum pasti terkait dengan kematian Prude.

Kepala Polisi Mark Simmons menyesalkan insiden di pesta yang menyebabkan dua korban meninggal dan 14 orang luka-luka itu.

"Ini benar-benar tragedi yang luar biasa," kata Simmons. "Maksud saya belum pernah ada peristiwa yang menyebabkan 16 korban. Bagi komunitas kita yang mengalami begitu banyak hal, kemudian harus menangani tragedi ini. Orang yang memutuskan untuk bertindak dengan cara kekerasan sangat disayangkan dan memalukan," tuturnya.

Dalam beberapa pekan terakhir, Rochester diguncang dengan berbagai peristiwa, mulai dari aksi protes harian, seruan pengunduran diri wali kota, dan penangkapan petugas kepolisian yang terlibat dalam kematian Prude. (WS)