Internasional

Pelaku Pembantai Jamaah Masjid Christchurch Minta Sidang Dipindah

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pelaku pembantai 51 jamaah dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, meminta persidangan dipindah dari kota Christchurch Selatan. Lokasi persidangan ini merupakan tempat aksi terorisme penembakan massal terjadi.

Hakim pengadilan Tinggi Cameron Mander pada Kamis (15/8/2019) mengatakan permintaan itu telah disampaikan melalui pengacara terdakwa.

Menurutnya terdakwa meminta persidangan pada 3 Oktober dipindah ke Auckland, kota terbesar di Selandia Baru. Selama menunggu jadwal sidang, terdakwa Brenton Tarrant yang merupakan Warna Negara Australia, akan tetap ditahan.

Pengacara terdakwa belum bersedia menanggapi permintaan komentar yang diajukan wartawan tentang asalan mengapa kliennya meminta pemindahan lokasi sidang.Aksi teroris Brenton Tarrant, 29, terjadi 15 Maret lalu.

Dia menggunakan senjata semi-otomatis dan membantai umat Muslim yang menghadiri salat Jumat di Masjid Al Noor dan Linwood Islamic Centre di Christchurch selatan, Selandia Baru. Aksinya menewaskan 51 orang dan dinyatakan sebagai penembakan massal terburuk di negara itu.

Teroris tersebut juga menyiarkan langsung aksinya di Facebook. Tarrant mengaku tidak bersalah atas 92 dakwaan terhadapnya.

Dalam sidang kali ini, Tarrant tidak muncul melalui tautan video seperti yang dia lakukan di sidang pengadilan sebelumnya. Hakim Mander, seperti dikutip Reuters, mengatakan dalam satu menit persidangan bahwa Tarrant dibebaskan dari kemunculannya karena persidangan utamanya tentang argumen hukum.

Terdakwa teroris yang diketahui bagian dari kelompok supremasi kulit putih ditahan di sebuah penjara dengan keamanan maksimum di Auckland, sekitar 90 menit penerbangan dari Christchurch.

Sidang pengadilan dihadiri oleh sekitar 40 anggota masyarakat, termasuk korban selamat dari serangan mengerikan itu.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close