Pegawai Dispendukcapil Lembur Cetak 9 Ribu E-KTP

Pegawai Dispendukcapil Lembur Cetak 9 Ribu E-KTP

LAMONGAN, SENAYANPOST.com – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lamongan bekerja keras untuk melayani masyarakat, lebih-lebih masyarakat yang sudah mengantongi Surat Keterangan (Suket) e -KTP hingga harus lembur.

Pencetakan E KTP kali ini, seperti yang disampaikan Kadis Disdukcapil Sugeng Widodo , sesuai data yang dimiliki pemegang surat keterangan ada 9 ribu E- KTP yang harus dicetak.”Ada sejumlah 9 ribu E KTP yang sudah proses cetak,”kata Sugeng Widodo, Minggu (9/9/2018).

Proses pencetakan 9 ribu E KTP ini lanjut Sugeng, tidak sampai menutup layanan lainnya di kantornya.”Layanan kependudukan masih tetap normal berjalan di kantor,”terangnya.

Sementara itu, terbitnya Surat Keterangan atau Suket sendiri berawal dari adanya kekurangan material E-KTP beberapa waktu lalu. Kondisi ini terjadi hampir di seluruh Tanah Air.

“Waktu itu material E-KTP sedang terdahap kendala sehingga kita terbitkan Suket, fungsinya sama dengan E-KTP, hanya bentuknya lebih lebih dari E-KTP” ungkap Sugeng Widodo.

E-KTP bagi pemegang Suket, yaitu sebanyak 9 ribu warga tersebut akan diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya serupiahpun. Dan merunut rencana akan dikirim ke alamat pemegang Suket melalui Kepala Desa masing-masing.

Di sisi lain, Sugeng juga menegaskan untuk memperlancar proses perekaman dan pencetakan E-KTP, kini telah disiapkan tambahan sebanyak 10 mesin cetak dan rencana di tempatkan di wilayah kecamatan yang penduduknya banyak.

“Itu semua sebagai komitmen kami dalam melayani masyarakat, utamanya masyarakat yang hendak melakukan perekaman dan pencetakan E-KTP,” ungkapnya.

Pelayanan KTP-elektronik di Lamongan sendiri, selama ini dilakukan di Kantor Disdukcapil dan di lima kecamatan yang letaknya jauh dari Kota Lamongan, yakni di Kecamatan Paciran, Babat, Karangbinangun, Ngimbang, Sukodadi.

Selain itu, Disdukcapil juga jemput bola dalam pelayanan perbaikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik milik warga yang rusak , yaitu dengan melakukan pelayanan di Alun-alun Lamongan setiap hari Minggu pagi. (JS)