Pegawai BFI Finance Hilang, Terakhir Terdeteksi di Pelabuhan Merak

Pegawai BFI Finance Hilang, Terakhir Terdeteksi di Pelabuhan Merak

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pegawai BFI Finance, Harias Kalbuadi hilang dan tak diketahui keberadaannya sejak Kamis (30/7) lalu. Harias sempat pamit kepada istrinya, Teres untuk berangkat ke kantor.

Teres mengatakan suaminya yang merupakan Project Management Officer di BFI itu pergi naik kendaraan umum. Harias menitipkan kunci rumah dan mobil kepada adik iparnya.

“Dia pamitnya ke kantor, tapi mau naik kendaraan umum,” kata Teres dilansir CNN Indonesia, Sabtu (1/8).


Teres menyebut berdasarkan informasi dari sekuriti kompleks, suaminya terlihat berjalan ke arah Stasiun Serpong. Namun, tak diketahui apakah korban sampai di stasiun atau tidak.

Meskipun demikian, Teres mengaku mengetahui jejak sang suami dari hasil pelacakan transaksi kartu ATM miliknya. Tercatat ada tiga kali transaksi.

Pertama, transaksi di Alfa Serpong Raya pada Kamis (30/7). Kemudian, Jumat (31/7) malam tercatat transaksi di Alfa yang berlokasi di seberang RS Eka Hospital.

“Kalau dilihat dari CCTV di Alfa seberang Eka Hospital beliau tidak sendiri, jadi sepertinya dia dibawa orang,” ujarnya.

Teres menyebut transaksi terakhir tercatat di Indomaret Pelabuhan Merak sekitar pukul 09.00 WIB pagi tadi.

“Misalnya ada karyawan Indomaret di Pelabuhan Merak melihat untuk menghubungi kami, biar kami bisa tahu dia bersama siapa. Jadi kami bisa tracking,” katanya.

Teres juga menuturkan pihaknya sempat melacak IMEI handphone korban. Hasilnya, pagi tadi sempat terlacak di daerah Monas. Namun, saat diselidiki di lokasi, ternyata handphone tersebut sudah berpindah ke pihak lain.

Ia mengaku sudah melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian. Namun, hingga kini masih belum ada perkembangan lebih lanjut.

Dihubungi terpisah, Kapolsek Serpong AKP Supriyanto mengatakan laporan hilangnya Harias tersebut diterima dan ditangani oleh Polres Tangerang Selatan.

“Polres yang terima laporan orang hilang atas nama tersebut,” kata Supriyanto.

Dari tanda bukti terima laporan yang diperoleh CNNIndonesia.com, laporan itu teregister dengan nomor laporan LP/18/B/VII/2020/Resort Tangerang Selatan tanggal 31 Juli 2020.