Politik

PDIP: Gibran Tak Bisa Instan Jadi Kepala Daerah

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Gibran Rakabuming Raka, putra Presiden Jokowi harus menjalani proses politik di PDI Perjuangan. Gibran tak bisa langsung menjadi kepala daerah tanpa menjalani proses politik.

“Kita semua di partai juga akan mengevaluasi seseorang untuk menjadi kepala daerah, tidak bisa ujug-ujug,” kata Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat di Jakarta Selatan, Rabu, (25/9/2019).

PDI Perjuangan memiliki cara berbeda dengan partai lain dalam menentukan calon kepala daerah. Banyak hal yang perlu diperhitungkan karena akan memikul tanggung jawab besar untuk masyarakat.

“Pengalamannya di partai kayak apa, di masyarakat. Apakah dia punya teknikal juga di legislatif, paham enggak tentang tugas-tugasnya di eksekutif nanti,” sebut Djarot.

Djarot mengatakan PDI Perjuangan akan melihat program calon kepala daerah bila sudah dinyatakan menang. Kepala daerah harus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila.

“Karena kita kalau ingin menjadikan orang bukan hanya sekadar memenangkan dia tapi setelah menang itu mau ngapain itu yang penting,” kata dia.

Gibran mengikuti jejak sang ayah bergabung ke PDI Perjuangan. Dia mendaftarkan diri langsung ke Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Solo, Senin, 23 September 2019.

Bergabung Gibran ke PDI Perjuangan disebut-sebut juga disebut untuk maju calon Wali Kota Solo. Namun peluang itu sudah ditutup oleh DPC PDIP Solo.

Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa otomatis menjadi satu-satunya pasangan yang diajukan ke DPP PDIP. Achmad Purnomo saat ini menjabat Wakil Wali Kota Solo.

Sedangkan Teguh Prakosa merupakan Ketua DPRD Solo periode 2014-2019. Dua nama itu resmi mendaftarkan diri untuk diajukan ke DPP PDIP pada Senin, 16 September 2019 lalu.

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close