Olahraga

Pawai Obor Asian Games, Susi Susanti Pembawa Perdana

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Sat bulan menjelang perhelatan olah raga se Asia, Asian Games 2018, dimulai, pawai obor bakal dilakukan lintaskota yang dimulai dari Yogyakarta. Pembawa obor perdana dalam pawai itu adalah peraih medali emas bulutangkis Olimpiade 1992 Susi Susanti.

Koordinator Ceremony INASGOC Herty Purba mengatakan, legenda bulutangkis Susi Susanti juga didapuk sebagai Torch Ambasador oleh INASGOC.

“Pelari pertama di Yogyakarta kami harapkan Susi Susanti dan ada beberapa pelari daerah. Untuk pelari terakhir yang akan membawa obor untuk dinyalakan ke Caldron [obor raksasa di Stadion GBK] masih rahasia,” kata dia, Kamis (12/7/2018).

Api obor Asian Games 2018 itu sendiri lebih dulu diambil dari Stadion Nasional Dhyan Chand, New Delhi, India. Alasannya, India merupakan tuan rumah pertama Asian Games yang digelar pada 1951.

Nantinya, bakal ada ratusan atlet dan artis Indonesia yang bakal ambil bagian pada pawai obor yang digelar di 16 provinsi, 54 kota dan 67 titik tersebut. Di setiap kota yang ambil bagian, obor bakal dibawa oleh pelari yang berasal dari atlet dan legenda serta pelari lokal di tiap-tiap daerahnya.

“Di Bromo juga spesial karena akan ada pasukan Kavaleri yang membawa obor. Di Kuta [Bali] ada Hamish Daud yang membawa obor sambil berselancar, ada juga diving di Pulau Nemo Raja Ampat dan terjun payung di Palembang,” lanjut Herty.

Menurut dia, pawai obor Asian Games juga ditujukan sebagai ajang sosialisasi kepada masyarakat. Tujuan lainnya adalah untuk publikasi alam Indonesia sehingga bisa berdampak positif buat pariwisata nasional.

“Kami juga ingin menujukkan ke dunia bahwa Indonesia berbeda-beda tapi tetap satu kesatuan. Pesan ini yang mau kami sampaikan kepada dunia,” ungkapnya.

Tongkat obor Asian Games 2018 berbentuk golok betawi dengan lapisan kulit luar khas Palembang dengan berat 2,5 kg. Desain khusus ini dibuat untuk menjadi warisan bangsa Indonesia yang menjadi tuan rumah di Asian Games ke-18.

Di bagian tempat api dibuat kotak yang disebut tinder box yang fungsinya menyimpan api supaya tidak padam saat dibawa pawai dari kota ke kota.

“Nanti tanggal 17 Agustus api Asian Games akan mampir di Istana Negara. Sebelum tanggal 18 Agustus dibawa mengelilingi jalan protokol di Jakarta sebelum masuk ke Kaldron di GBK,” ujarnya.

Sebelum pawai obor keliling kota, INASGOC juga akan menggelar aksi akrobatik pesawat udara bekerja sama dengan TNI Angkatan Udara.

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close