Patut Bangga, 3 Bandara Indonesia Dinobatkan Paling Bersih se-Asia Pasifik

Patut Bangga, 3 Bandara Indonesia Dinobatkan Paling Bersih se-Asia Pasifik
Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Airport Council International (ACI) mengumumkan nama-nama bandara di dunia yang paling baik dalam menjalankan program untuk memperkuat aspek kebersihan guna pencegahan Covid-19.

Bandara terbaik tersebut meraih penghargaan Best Hygiene Measures by Region. Khusus untuk kawasan Asia Pasifik, terdapat tujuh bandara yang meraih penghargaan ini di mana tiga bandara ada di Indonesia, tiga bandara di India, dan satu bandara di Tiongkok.

Adapun ketiga bandara di Indonesia yang dinobatkan sebagai peraih penghargaan Best Hygiene Measures by Region (Asia-Pacific) itu seluruhnya adalah bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II (Persero), yaitu Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang), Bandara Husein Sastranegara (Bandung), dan Bandara Depati Amir (Pangkalpinang).

Penghargaan Best Hygiene Measures by Region sendiri merupakan kategori baru dari Airport Service Quality (ASQ) Awards 2020, di mana pada kategori ini yang diukur adalah efektivitas dari program keselamatan dan higienis, kejelasan rambu dan instruksi terkait program keselamatan dan higienis, kemampuan staf bandara dalam mengaplikasikan program keselamatan dan higienis.

Selain itu, juga diukur terkait tingkat kepercayaan traveler terkait program keselamatan dan higienis, serta tingkat tekanan berdasar pengalaman.

"Penghargaan ini memberikan bandara suatu metode andal untuk mengukur respons pelanggan terhadap tindakan atau protokol kesehatan dan mengakui keberhasilan bandara dalam merespons fokus pelanggan terhadap aspek higienis,” jelas ACI dalam keterangan tertulis, Selasa (2/3/2021).

Sementara itu, Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, mengatakan, di tengah tahun yang sulit dan penuh tantangan ini, pelanggan Angkasa Pura II telah mengutarakan pendapat dan mengakui kesuksesan tim Angkasa Pura II dalam mewujudkan customer experience yang luar biasa pada situasi menantang.

Di sisi lain, Muhammad Awaluddin mengatakan, pencapaian tiga bandara ini merupakan keberhasilan seluruh stakeholders dalam menerapkan protokol kebersihan dan kesehatan.

“Prestasi Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Husein Sastranegara, dan Bandara Depati Amir bukan hanya keberhasilan semata AP II, tetapi juga seluruh stakeholder antara lain Otoritas Bandara Kemenhub, maskapai, KKP Kemenkes, Bea Cukai, Imigrasi, Balai Karantina, TNI/Polri, pihak ground handling, dan juga Satgas Udara Penanganan Covid-19 yang sangat menjaga berjalannya protokol kesehatan,” ujar Muhammad Awaluddin.

Dia menambahkan, bandara yang memiliki peran paling vital di tengah pandemi Covid-19 adalah Bandara Soekarno-Hatta dan stakeholder mampu menjaga operasional bandara dengan baik.

“Kami berterima kasih atas kerja keras, kolaborasi dan sinergitas seluruh stakeholder sehingga Bandara Soekarno-Hatta di tengah pandemi ini dapat menerapkan protokol kebersihan terbaik di Asia Pasifik guna pencegahan Covid-19, sehingga dapat tetap mempertahankan konektivitas penerbangan internasional dan menjalankan peran sebagai bandara jangkar rute domestik di Indonesia,” ujar Muhammad Awaluddin.

Direktur Operasional Angkasa Pura II, Muhamad Wasid menambahkan, di tengah pandemi ini perseroan untuk pertama kalinya di Indonesia memperkenalkan konsep Biosafety dan Biosecurity Management dalam memperkuat aspek higienis di seluruh bandara.

Biosafety Management memiliki sejumlah program untuk memutus mata rantai penularan bahaya biologi, yakni biohazard precautions, environment screening, infrastructure sterilization, public health assurance, dan laboratory testing facilities.

"Perseroan juga menerapkan Biosecurity Management di bandara, terdiri dari ketentuan physical distancing, health screening, passenger touchless processing, facility cleanliness dan people protection," ujar Muhamad Wasid.