Hukum

Patuhi Putusan Praperadilan, Bareskrim Bakal Kembalikan Yacht Equanimity

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menyatakan,  dalam putusan praperadilan Selasa (17/4/2018), penyitaan yacht Equanimity Cayman tidak sah dan harus dikembalikan kepada pemiliknya.

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menyatakan siap mengikuti putusan PN Jaksel tersebut.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Polisi Rudy Heriyanto Adi Nugroho mengatakan, putusan praperadilan bersifat final dan mengikat.

Karena itu, menurut Rudy, tidak dimungkinkan lagi upaya hukum untuk menguji kembali upaya prapel banding kasasi dan PK.

“Kami dari Dirtipideksus Bareskrim Polri akan mematuhi PN Jakarta Selatan untuk segera mengembalikan kapal pesiar tersebut ke pemiliknya yaitu Equanimity Cayman Ltd,” ujar Rudy di Bareskrim Polri, Selasa (17/4/2018) malam.

Mengingat sudah tidak ada lagi upaya hukum yang dapat diajukan, Rudy pun menyatakan akan segera melaksanakan perintah PN Jaksel, yakni untuk segera mengembalikan kapal ke pemilik yang sah. Mengenai pengembalian kapal tersebut, Rudy pun menyatakan akan berkoordinasi dengan pimpinan.

PN Jaksel menyatakan, Polri menyalahi prosedur penyitaan karena permintaan bantuan tindakan hukum karena seharusnya melalui Kementerian Hukum dan HAM terlebih dahulu. Rudy pun mengakui, bahwa proses yang harus dilakukan adalah demikian

“Memang proses seperti itu cuma kemarin karena kebutuhan mendesak, takut kapal segera tinggalkan wilayah, Polri dalam hal ini Dittipideksus dan FBI langsung lakukan penyitaan,” ujar Rudy.

Tidak sahnya penyitaan oleh Bareskrim ini, kata Rudy pun menjadi pembelajaran bagi Bareskrim, khususnya proses terkait hubungan lembaga dan luar negeri yang memiliki mekanisme tersendiri.

Seperti diketahui, pada awal Maret 2018, Direktorat Tindak Pidana Khusus Bareskrim Polri menangkap kapal mewah seharga USD 250 juta atau setara Rp 3,5 triliun itu di Tanjung Benoa, Bali setelah empat tahun diburu FBI AS, karena terkait kejahatan pencucian uang di Amerika Serikat.

 

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close