Pasokan Daging Impor di Lampung Efektif Kendalikan Harga

Pasokan Daging Impor di Lampung Efektif Kendalikan Harga

LAMPUNG, SENAYANPOST.com – Adanya penjualan daging beku impor lebih murah dibandingkan dengan harga daging segar, membuat harga daging sapi maupun daging ayam potong (broiler) di Kota Bandarlampung, Lampung, makin sulit untuk naik bahkan tertahan.

“Penjualan daging relatif sepi karena warga lebih suka membeli daging beku,” kata Supri, salah satu penjual daging sapi di Pasar Panjang, Bandarlampung, Rabu (1/8/2018).

Menurutnya, dalam beberapa minggu terakhir, volume penjualan daging sapi turun drastis karena daging beku impor dijual di sekitar pasar dengan harga lebih murah dengan harga Rp85 ribu/kg. Sementara, harga daging sapi segar tetap bertahan Rp110.000/kg, ada juga di tempat lain mencapai Rp120 ribu/kg.

Sementara itu, harga daging sapi di Pasar Lelang Bandarlampung, tetap berkisar Rp110.000- Rp120 ribu perkilogram atau masih sama seperti sebelumnya, meski harga sapi sudah naik. Sekarang harga sapi berkisar Rp43.500/kg, dari sebelumnya Rp42.500/kg.

Sampai kini, pasokan daging sapi di Kota Bandarlampung tetap lancar karena stoknya di wilayah Provinsi Lampung cukup banyak, dan harga daging segar masih bertahan seperti pekan lalu. Permintaan atas daging juga relatif bertahan.

Banyaknya stok tersebut karena di Lampung terdapat 11 feedloter atau usaha penggemukan sapi dengan kapasitas kandang 117.700 ekor. Sapi impor yang digemukkan di Lampung didatangkan dari Australia melalui Pelabuhan Panjang, Bandarlampung.

Saat ini, Provinsi Lampung bersama Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat tercatat sebagai lumbung ternak nasional. Untuk stok daging sapi, daerah-daerah itu tidak kekurangan persediaan.

Selain daging sapi, harga daging ayam juga mulai turun karena ada pasokan daging ayam dengan harga murah. Pedagang mengaku, karena harganya jauh lebih murah, mereka sulit bersaing dengan penjualan ayam OP itu.

Di Pasar Panjang, harga ayam potong normalnya Rp35.000/ekor, namun di kawasan pasar itu juga dijual OP ayam potong (tanpa kepala dan jeroan) seharga Rp25 ribu/ekor.