Nasional

Paca Lapas di Sorong Terbakar, Napi yang Kabur Masih Didata

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Lembaga Permasyarakatan Klas II B Sorong, Papua, terbakar sekitar pukul 16.30 WIT, Senin (19/8/2019). Kebakaran ini terjadi setelah napi/tahanan membuat kericuhan.

Kapolres Sorong Kota AKBP Mario Christy P Siregar membenarkan adanya aksi kebakaran ini. Menurutnya, pihak Lapas sedang mendata jumlah napi/tahanan yang kabur.

“Sel tahanan lapas Blok A, B, C tidak terbakar, yang terbakar hanya untuk perkantoran registrasi di depan lapas,” ujar Mario Christy P Siregar.

Kericuhan di dalam Lapas Sorong terjadi sekitar pukul 15.00 WIT. Saat itu, napi/tahanan belum masuk ke sel.

“(Napi/tahanan) berteriak-teriak dari dalam dan menghancurkan pintu-pintu,” sambungnya.

Berdasarkan informasi yang diterima Senayanpost.com, saat ini situasi sudah terkendali. Sejumlah personel kepolisian masih berjaga di sekitar lokasi.

“Benar Lapas Klas II B Sorong terbakar. Untuk penyebab dan seberapa luas kebakaran itu belum diketahui secara pasti,” kata sumber tersebut.

Sementara kondisi di Bandara Domine Eduard Osok (DEO) juga berangsur pulih setelah sempat lumpuh pada siang tadi.

“Bandara sudah kondusif. Tapi anggota masih berjaga-jaga di sana,” katanya.

Rusuh di Kota Sorong terjadi sekitar pukul 12.00 WIT. Rusuh ini diawali unjuk rasa di depan Bandara DEO. Kemudian, di sejumlah titik massa membakar sejumlah fasilitas umum. Kerusuhan akhirnya merembet ke bandara sekitar pukul 15.00 WIT.

Kerusuhan juga terjadi di Manokwari dan Jayapura, sebagai imbas dari pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang.

Selain itu kerusuhan juga dipicu pernyataan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko yang sempat mengancam akan memulangkan mahasiswa Papua di Malang yang melakukan unjuk rasa.

Hal lain yang membuat situasi semakin keruh adalah pernyataan salah satu anggota ormas ketika pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya.

Anggota salah satu ormas itu menyebut mahasiswa Papua sebagai monyet. Rentetan peristiwa itu memicu unjuk rasa di Papua yang sebagian menyebabkan terjadi kerusuhan. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close