Lintas Daerah

Pasca Gempa, 6 Ibu Hamil Melahirkan di Tenda Darurat Pengungsian Pulau Seram

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Enam ibu hamil melahirkan bayinya di tenda-tenda darurat di lokasi pengungsian yang berlokasi di perbukitan Dusun Kelapa Dua, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku.

“Sudah enam orang ibu hamil yang melahirkan bayinya di lokasi pengungsian. Pertama itu pada tanggal 27 September sehari setelah gempa terjadi,” kata Kepala Dusun Abduh Rakib Narahaubun yang dikutip dari Kompas.com, Rabu (9/10/2019).

Keenam ibu hamil yang melahirkan bayinya di tenda-tenda darurat itu hingga dalam kondisi sehat, begitu pun dengan bayi mereka.

Meski begitu, dia mengaku bayi-bayi tersebut saat ini sangat membutuhkan gizi tambahan.

“Walaupun sehat tapi kalau di lokasi pengungsian ya pasti bayi-bayi itu butuh gizi tambahan ya, karena memang kebutuhan untuk bayi sangat minim di sini,” katanya.

Salah satu warga setempat yang menjadi relawan di posko kesehatan dusun tersebut, Sutria Suatrat mengaku, ibu hamil yang baru saja melahirkan bayinya di lokasi pengungsian di perbukitan tersebut diketahui bernama Suryani Matdoan.

“Yang baru melahirkan bayinya di lokasi pengungsian itu namanya Ibu Suryani, beliau melahirkan secara normal dan bayinya selamat,” katanya.

Dari enam ibu hamil yang melahirkan di tenda darurat itu, ada beberapa ibu hamil hanya ditangani oleh keluarganya dan ibu lainnya ditangani oleh tim medis.

“Kalau di samping tenda kami itu, melahirkan tanpa ada bantuan medis, ada beberapa orang ibu hamil lain juga begitu,”ujar Wati Seknun, warga lain.

Hingga kini tercatat sudah 13 ibu hamil di beberapa lokasi pengungsian yang melahirkan bayinya di tenda darurat yang tersebar di Seram Bagian Barat.

Dengan rincian 5 ibu hamil melahirkan di posko pengungsian di Desa Waimital, satu ibu hamil melahirkan di perbukitan Desa Kairatu, satu di dusun Kampung Baru Siompo dan enam di dusun Kelapa Dua.

Sebelumnya diberitakan, gempa 6,8 magnitudo sebelumnya mengguncang Pulau Ambon dan Kabupaten Seram Bagian Barat pada Kamis (26/9/2019) sekitar pukul 08.46 Wit.

Adapun lokasi gempa berada pada titik koordinat 3.38 Lintang Selatan,128.43 Bujur Timur atau berjarak 40 km Timur Laut Ambon-Maluku dan 9 km Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat dengan kedalaman 10 Km.

Akibat gempa tersebut tercatat 50 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami kuka-luka.

Selain korban jiwa, gempa tersebut juga mengakibatkan kerusakan rumah-rimah warga, sekolah, rumah ibadah, perkantoran dan fasilitas publik lainnya. (MU)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close