Ekonomi

Pasar Saham Memantau Ketidakpastian Geopolitik Korea Utara

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) menguat tipis di menit-menit akhir perdagangan hari Rabu (16/5/2018). IHSG naik +0,06 persen (+3 poin) ke level 5.841.

IHSG nyaris melemah di sepanjang sesi seiring sentimen kenaikan yield surat utang di USA.

Pelemahan rupiah yang berlanjut turut menambah katalis negatif bagi indeks. Kemudian IHSG berbalik arah merespon sentimen positif dari ekspektasi investor terkait kenaikan suku bunga BI yang akan diumumkan hari Kamis.

Nilai tukar rupiah -0,40 persen di posisi Rp14.093 per USD. (16.00 pm).

Sebagian besar market saham Asia melemah pada akhir perdagangan hari Rabu (16/5). Pasar memantau ketidakpastian geopolitik baru terkait Korea Utara dan yield obligasi di Amerika yang naik ke level tertinggi sejak 7 tahun terakhir.

Pasar saham Jepang dalam tekanan setelah Indeks Nikkei 225 melorot 100,79 poin dan Indeks Topix turun 0,27 persen terbebani saham tambang minyak. Saham Perbankan juga menjadi faktor penekan.

Sementara pasar saham China juga bergerak melemah seiring penurunan Indeks Shanghai dan Indeks Shenzhen yang turun tipis 0,41 persen. Saham-saham finansial dengan penurunan terburuk menekan market saham China.

Tekanan juga datang dari pelemahan yang terjadi pada saham asuransi dan bank. Saham New China Life Insurance turun 3,83 persen. China Pacific Insurance turun 4,03 persen.
Lain halnya dengan Indeks S&P/ASX200 yang bergerak menguat 0,15 persen.

Saham 4 bank papan atas menopang penguatan indeks di pasar saham Australia tersebut.

Bursa Wall Street rebound pada perdagangan Rabu akibat perbaikan data ekonomi yang di release. Dow Jones ditutup naik 0.25% menjadi 24,768. S&P500 naik 0.41% menjadi 2,722 dan Bursa Nasdaq naik 0.6% . Sementara Yield 10tahun treasury US juga naik di level 3.1%. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More

Check Also

Close
Close