Internasional

Papua Rusuh, Benny Wenda Desak PBB Bereskan Masalah Papua

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Ketua Gerakan Persatuan Pembebasan Papua Barat (ULMWP), Benny Wenda, mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan negara kepulauan di Pasifik untuk segera menghentikan kerusuhan yang terjadi di Papua.

Benny juga mendorong Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB (OHCHR) untuk segera mengunjungi provinsi paling timur di Indonesia itu untuk memastikan situasi di wilayah tersebut.

“Pembantaian dan kekerasan terus terjadi menyusul pengerahan 16 ribu tentara Indonesia (ke Papua) sejak Agustus lalu. OHCHR harus mengunjungi Papua Barat sekarang, dan negara kepulauan di Pasifik harus membantu merealisasikan ini,” kata Benny.

Benny mengatakan sekarang adalah waktu yang tepat bagi OHCHR untuk mengunjungi Papua karena sejalan dengan seruan negara Pasifik dalam dokumen joint communique yang disahkan dalam Pacific Islands Forum (PIF) pada pertengahan Agustus lalu.

Dalam dokumen tersebut, negara Pasifik mendesak OHCHR menyelidiki situasi HAM yang memburuk di Papua dalam satu tahun terakhir. Sejumlah negara Pasifik seperti Vanuatu dan Tuvalu memang telah lama menyoroti dugaan pelanggaran HAM di Papua.

Negara-negara tersebut bahkan beberapa kali mengangkat isu tersebut dalam rapat PBB, sebuah langkah yang selalu dikecam Indonesia.

“Ini adalah saatnya OHCHR mengunjungi Papua, sejalan dengan dokumen communique yang dirilis pada 16 Agustus kemarin. Saya juga menyerukan Presiden Joko Widodo untuk memberikan izin OHCHR masuk ke Papua. Waktu kunjungan OHCHR itu sekarang, tidak boleh ada lagi penundaan,” kata Benny.

Massa dilaporkan membakar dan merusak sejumlah fasilitas milik pemerintah dan swasta, termasuk kendaraan bermotor. Sebanyak 26 orang tewas dalam kerusuhan itu.

“Kemarin di Wamena, aparat keamanan Indonesia menembak kerumunan siswa SMA yang tengah menggelar protes. Dan seorang guru Indonesia melontarkan kata-kata rasialisme kepada mereka (siswa Papua),” ucap Benny. (AR)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close