Ekonomi

Pantauan Pasar Saham

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) sanggup bertahan ke teritori positif pada perdagangan hari Jumat (10/8). IHSG menguat +0,20 persen (+11 poin) ke level 6.077.

Sektor properti dan konsumer menjadi pendukung utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melaju naik masing-masing +1,09 persen dan +0,74 persen.

Analis menilai menguatnya nilai tukar dolar AS seiring dengan perekonomian Amerika yang semakin membaik membuat kenaikan indeks terpangkas secara perlahan.

Sebagian besar indeks saham Asia melemah pada perdagangan hari Jumat (10/8) seiring ketidakpastian berlarut-larut perang dagang antara China dan USA.

Indeks Nikkei 225 turun 300 poin seiring tekanan yang terjadi pada saham-saham pertambangan dan sektor ekspedisi laut. Kedua sektor tersebut menjadi lokomotif pelemahan.

Indeks Kospi (Korea Selatan) turun 0,91 persen. Saham-saham tekno unggulan tercatat melemah

Sementara itu di bursa Australia, Indeks S&P/ASX200 menyerah, turun 0,31 persen. Saham energi turun 1,75 persen. Sedangkan sektor finansial bergerak menguat.

Dalam pernyataannya, bank sentral Australia mengatakan pertumbuhan ekonomi Australia akan sebesar 3 persen pada 2018 dan 2019. Bank sentral tersebut juga mencatat inflasi kemungkinan melemah dalam jangka pendek.

Sedangkan pasar saham China berada di teritori positif, memperpanjang penguatan yang tercipta pada sesi sehari sebelumnya. Indeks Shenzhen naik 0,69 persen. Adapun Indeks Shanghai flat.

Pasar saham Amerika Serikat (bursa Wall Street) tumbang. Hal ini terjadi seiring kekhawatiran geopolitik mendorong mata uang Lira (Turki) ke level terendah terhadap dolar AS yang membelenggu para investor.

Indeks Dow Jones Industrial Average ( DJIA ) turun -0,77 persen ke level 25.313. Indeks S&P 500 turun -0,71 persen ke posisi 2.833 dan Indeks Nasdaq melorot -0,67 persen berada di posisi 7.829.

Saham Intel ikut menekan pergerakan laju DJIA . Dow Jones menanggalkan level penguatannya selama bulan Agustus dan turun 3 pekan selama beruntun. Sementara Indeks S&P tertekan saham-saham finansial dan material.

Saham-saham bank menjadi lokomotif pelemahan pasar saham USA seperti saham Bank of America, Goldman Sachs dan Morgan Stanley tumbang sedikitnya 1 persen. Begitu juga dengan saham-saham tekno yang bergerak loyo seperti Facebook, Alphabet dan Amazon.

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close