Pantauan Pasar Saham Hari Ini

Pantauan Pasar Saham Hari Ini

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berakhir di zona hijau pada perdagangan hari Rabu (23/5). IHSG menguat +0,71 persen (+40 poin) ke level 5.792.

IHSG mengabaikan sentimen negatif yang melanda bursa regional. Pasar saham regional melemah seiring pernyataan pemerintah USA yang mengaku tidak puas dengan negosiasi perang dagang dengan China.

Rebound saham-saham bank unggulan menjadi katalis positif bagi IHSG selain faktor redanya aksi jual investor asing

Market saham Asia tumbang pada perdagangan hari Rabu (23/5) setelah Presiden USA Donald Trump mengatakan tidak puas dengan putaran terakhir negosiasi perdagangan China dan USA.

Bursa saham Jepang menjadi motor pelemahan market regional.
Bursa saham Jepang dalam tekanan di tengah penguatan yen terhadap dolar AS. USD melemah terhadap yen ke posisi 110,22 (pukul 3.27 pm).

Emiten eksportir Jepang tertekan dengan penguatan yen. Saham Honda Motor turun 1,03 persen. TDK turun 1,96 persen. Indeks Topix turun 0,68 persen.

Di Korsel, Indeks Kospi menguat 0,26 persen setelah sempat melemah di awal-awal sesi pagi. Penguatan tersebut ditopang oleh saham-saham tekno yang mengimbangi pelemahan sebagian besar sektor saham. Harga saham tekno unggulan, Samsung Electronics naik 3,6 persen. SK Hynix naik 6,96 persen.

Sementara itu bursa saham Hong Kong juga dalam tekanan setelah Indeks Hang Seng terkoreksi signifikan seiring pelemahan saham-saham finansial dan energi. Bursa saham Tiongkok juga melemah.

Indeks S&P/ASX200 turun 0,16 persen tertekan oleh saham-saham energi.
Pasar saham regional melemah setelah Trump mengaku tidak puas dengan putaran kedua perudingan dagang China dan USA yang berakhir pada akhir pekan lalu. Namun Trump menyerukan sebuah langkah untuk mengatasi ketidakseimbangan neraca dagang USA dan China.

Terkait masalah tersebut, China pada Selasa kemarin mengumumkan akan memangkas tarif bea masuk produk otomotif menjadi 15 persen dari sebelumnya 25 persen. Tarif bea masuk pada suku cadang otomotif tertentu juga akan dipangkas.

Wall Street berayun ke zona positif pada penutupan Rabu, dengan saham didorong oleh risalah Federal Reserve yang mengatakan bank sentral mungkin bersedia membiarkan inflasi berjalan sedikit lebih tinggi.

Rilis risalah tersebut memicu indeks saham utama mengubah arah, berbalik positif setelah menghabiskan sebagian besar hari di teritori merah.

Pasar jatuh Selasa pagi karena kekhawatiran perang geopolitik dan perdagangan setelah Presiden Donald Trump mengatakan tidak puas terhadap perundingan perdagangan dengan China dan meragukan pertemuan Juni dengan Korea Utara akan dilanjutkan.

Tetapi ekuitas berbalik arah di akhir sesi, dengan Dow Jones Industrial Average menguat 0,21 persen atau 52,40 poin menjadi ditutup pada posisi 24.883,85, demikian laporan AFP dan CNBC , di New York, Rabu (23/5) atau Kamis (24/5) pagi WIB.

Indeks berbasis lebih luas S&P 500 bertambah 0,32 persen atau 8,85 poin, untuk menetap di level 2.733,15, sedangkan Indeks Komposit Nasdaq melompat 47,50 poin atau sekitar 0,64 persen, menjadi 7.425,70.

Investor ketakutan berulang kali sejak Februari oleh prospek meningkatnya inflasi dapat menyebabkan The Fed untuk menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan, tahun ini.

Namun, kendati The Fed mengisyaratkan kenaikan suku bunga kedua tahun ini kemungkinan dilakukan bulan depan, bank sentral juga mengatakan bisa membiarkan inflasi melampaui target dua persen – sepanjang kenaikan itu hanya “sementara.” (MU)