Ekonomi

Pantauan Pasar Saham Hari Ini

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Laju Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) ke zona merah pada akhir perdagangan hari Senin (21/5). IHSG melorot -0,86 persen (-50 poin) ke level 5.733.

Tren pelemahan rupiah dan kenaikan lonjakan yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun menjadi 7,49 persen menjadi katalis negatif yang menekan laju IHSG , demikian menurut penilaian analis.

Market saham Asia menguat secara moderat pada sesi akhir perdagangan hari Senin (21/5) seiring perkembangan negosiasi dagang USA dan China di akhir pekan yang dianggap positif secara keseluruhan oleh para analis.

Bursa saham Jepang bergerak variatif. Indeks Nikkei menguat 72 poin sedangkan Indeks Topix terkoreksi 0,08 persen. Pelemahan saham-saham asuransi dan produsen baja menekan laju Topix.

Pasar saham Hong Kong melaju positif seiring penguatan Indeks Hang Seng. Tetapi Indeks Hang Seng finis di bawah level rekor intraday. Saham-saham utiliti dan industri menjadi lokomotif penguatan menjelang penutupan pasar.

Sedangkan indeks acuan bursa saham Tiongkok kompak melaju positif. Indeks Shenzhen naik 1,05 persen dan Indeks Shanghai menguat.

Wall Street mengawali pekan ini dengan reli, Senin, mengirim saham lebih tinggi setelah investor terkatrol oleh pemberitaan bahwa Washington dan Beijing memutuskan untuk mundur dari kemungkinan perang perdagangan.

Semangat yang baik datang dari janji pemerintah Donald Trump untuk mengesampingkan sengketa perdagangan dengan China setelah kedua pihak mencapai konsensus guna mengurangi melonjaknya perselisihan perdagangan Amerika Serikat-China, meskipun pengamat mengatakan rinciannya tidak jelas.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melambung 1,21 persen atau 298,20 poin menjadi 25.013,36, demikian laporan AFP dan CNBC , di New York, Senin (21/5) atau Selasa (22/5) pagi WIB.

Sementara itu, indeks berbasis luas S&P 500 menguat 20,04 poin atau sekitar 0,74 persen menjadi 2.733,02, sedangkan Indeks Komposit Nasdaq bertambah 0,54 persen (39,70 poin) menjadi 7.394,04.

Saham industri yang paling rentan terhadap prospek perang dagang yang berarti biaya input lebih tinggi dari tarif dan penjualan melorot akibat pembalasan dari China mengangkat Dow. (MU)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close