Ekonomi

Pantauan Pasar Saham Hari Ini

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) bergerak variatif di sepanjang sesi sebelum akhirnya menguat pada perdagangan hari Rabu (11/7). IHSG terdongkrak +0,20 persen (+11 poin) ke level 5.893 setelah sempat melemah hingga sesi pagi berakhir.

Saham-saham aneka industri dan tambang menjadi lokomotif penguatan IHSG . Kedua sektor tersebut menguat masing-masing +3,45 persen dan +1,53 persen.

IHSG berbalik menguat seiring kabar optimisme bahwa current deficit akan semakin turun. Selain karena faktor klaim BI, kenaikan suku bunga sukses mengembalikan modal asing dan menjaga stabilitas rupiah.

Indeks saham di Asia turun tajam pada penutupan trading hari Rabu (11/7). Seluruh pasar saham utama Asia tumbang menyusul daftar tambahan barang impor asal China senilai USD200 miliar yang dipertimbangkan pemerintah USA dikenakan tarif bea masuk impor.

Barang-barang (asal China) dalam daftar pemerintah USA tersebut akan dikenakan tarif 10 persen, demikian pernyataan Pejabat Kementerian Perdagangan Robert Lighthizer. Menurut Robert pihaknya akan memulai (kebijakan itu) dengan sebuah komentar dan catatan publik selama periode tertentu sebelum secara resmi menerapkan kebijakan tersebut.

Pasar saham China turun paling buruk seiring kabar yang berkembang itu. Bahkan Indeks Shanghai turun signifikan. Pada hari Selasa kemarin, Shanghai ditutup menguat untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Hari ini Indeks Shenzhen turun 1,96 persen. Indeks saham blue chip, CSI 300 turun 1,74 persen.

Di bursa Hong Kong, Indeks Hang Seng bergerak melemah. Sektor saham material menjadi lokomotif pelemahan. Sedangkan sektor lainnya juga bergerak melemah.

Keperkasaan Wall Street selama empat hari beruntun berakhir, Rabu, karena meningkatnya ketegangan perdagangan Amerika Serikat-China mendorong aksi jual saham global.

Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 219,21 poin (0,88 persen) menjadi ditutup pada posisi 24.700,45,
Sementara itu, indeks S&P 500 turun 19,82 poin (0,71 persen) menjadi 2.774,02, sedangkan Indeks Komposit Nasdaq kehilangan 42,58 poin (0,55 persen) menjadi 7.716,61.

Pemerintahan Presiden Donald Trump, Selasa malam, mengumumkan proses untuk memberlakukan tarif baru atas barang-barang China senilai USD200 miliar, eskalasi hanya beberapa hari setelah bea masuk untuk barang-barang China sebesar USD34 miliar mulai berlaku.

Beijing berjanji akan melakukan langkah balasan, menyebut tindakan Amerika itu “benar-benar tidak dapat diterima.”

Perkembangan tersebut mendorong saham Amerika berada di zona merah sepanjang sesi, mengakhiri kenaikan beruntun selama empat hari. (MU)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close