TNI

Panglima TNI: Isu Kebangkitan Dwifungsi TNI Omong Kosong

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan, isu aktifnya dwifungsi TNI adalah omong kosong. Hal itu diutarakan Hadi saat berpidato di depan Komunitas Perwira Hukum TNI.

“Tak benar bahwa dwifungsi TNI akan seolah bangkit kembali, ini enggak benar. Omong kosong,” kata Hadi dalam teks pidatonya yang dibacakan oleh Irjen TNI, Letjen Herindra di Aula Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (5/3/2019).

Menurut Panglima, aktifnya atau menjabatnya sejumlah perwira TNI di segenap kementerian dan lembaga sudah sesuai dengan Pasal 47 UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, bahwa prajurit aktif bisa menduduki jabatan pada 10 kantor, yaitu Kemenko Polhukam, Kementerian Pertahanan, Sesmilpres, BIN, Badan Sandi Negara, Lemhanas, Wantannas, Basarnas, BNN dan Makamah Agung.

“Aparat harus bersinergi dan mengetahui betul tugas dan tanggung jawab, serta memperhatikan aspek kepentingan hukum, kepentingan umum dan kepentingan militer,” jelas Panglima Hadi.

Selain itu, lanjut Hadi, adanya Revisi di UU tersebut, dilaksanakan karena ada kementerian/lembaga yang baru terbentuk setelah tahun 2004. Karenanya mantan KSAU ini meminta masyarakat untuk cermat dan media bisa memberikan pencerahan perihal terkait.

Diketahui dalam proses revisi ini, TNI menambahkan beberapa sektor kementerian dan lembaga, antara lain, Kemenko Maritim, Kantor Staf Presiden, dan Bakamla. Serta mengubah nama atau nomenklatur seperti Sandi Negara menjadi Cyber dan sandi negara, Basarnas menjadi badan pencarian dan pertolongan.

“Jadi TNI menempatkan personelnya ke kementerian dan lembaga karena kebutuhan dalam rangka pelaksanaan tugas menjaga kedaulatan negara,” tutur Hadi.

Sebagai penutup, Panglima Hadi lewat teks pidato yang dibacakan menegaskan dwifungsi TNI adalah masa lalu yang sudah menjadi sejarah. Saat ini dan selanjutnya TNI semakin profesional menjalankan tugas sesuai undang-undang.

“Jadi kalau ada informasi bahwa dwifungsi mau bangkit lagi saya katakan itu omong kosong,” kata Hadi.

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close