Panglima: Siapa Saja yang Ganggu Kesatuan Bangsa akan Berhadapan dengan TNI

Panglima: Siapa Saja yang Ganggu Kesatuan Bangsa akan Berhadapan dengan TNI

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengingatkan semua pihak untuk tidak mencoba-coba mengganggu persatuan dan kesatuan Indonesia, karena mereka akan berhadapan dengan TNI.
 
"Ingat, siapa saja yang mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa, akan berhadapan dengan TNI," kata Hadi Tjahjanto,  dikutip dari keterangan pers, Senin (16/11/2020).

Penegasan ini disampaikan Hadi dalam konferensi pers di Subden Denma Mabes TNI, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, yang digelar Sabtu (14/11) lalu. Dalam keterangan pers itu Hadi didampingi sejumlah pasukan khusus dari jajaran TNI. 

Mereka yakni, Pangkostrad Letjen TNI Eko Margiyono, Komandan Koopssus TNI Mayjen TNI Richard TH. Tampubolon, Danjen Kopassus Mayjen TNI Mohamad Hasan, Dankormar Mayjen TNI (Mar) Suhartono, dan Komandan Kopaskhas Marsda TNI Eris Widodo.

Lebih lanjut, Hadi juga mengingatkan pentingnya menjaga kesatuan dan persatuan bangsa sehingga tak mudah terhasut dan terprovokasi hal yang bisa memecah belah bangsa. 

"Saya ingin menyampaikan kembali, pentingnya persatuan dan kesatuan dalam menjaga stabilitas nasional," kata Hadi. 

Menurut dia, persatuan dan kesatuan serta prajurit TNI yang kuat bisa menghalau berbagai upaya perusakan nasional yang berujung pada stabilitas nasional. 

Hal ini juga berkaitan dengan gangguan berupa provokasi dari pihak-pihak tertentu yang bisa mengaburkan kesatuan dan persatuan melalui provokasi dan ambisi yang dibungkus oleh berbagai identitas.

"Tidak satupun, tidak satupun musuh yang dibiarkan. Apalagi, melakukan upaya-upaya berupa ancaman dan gangguan, terhadap cita-cita luhur bangsa dan negara Indonesia," kata Hadi. 

Dalam kesempatan itu, Hadi juga meminta agar seluruh jajaran TNI selalu siap mengawal dan menjaga kesatuan bangsa. Tak hanya itu, TNI menurut dia harus lebih kuat demi menjadi alat utama pertahanan negara. 

"Seluruh prajurit TNI adalah alat utama pertahanan negara untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia," kata dia. (Jo)