Internasional

Pangeran William-Mahmoud Abbas Bertemu di Tepi Barat

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pangeran William bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di wilayah pendudukan Israel, Tepi Barat, Rabu (27/6). William menyampaikan harapannya akan perdamaian kekal di Timur Tengah.

William disambut dengan karpet merah di Muqata, kantor pusat pemerintahan Palestina di Ramallah, lengkap dengan pengawal kehormatan dan penampilan band.

“Saya sangat senang kedua negara bekerja sama dan punya sejarah sukses dalam bidang pendidikan dan bantuan, jadi, semoga itu tetap berlangsung,” tutur William kepada Abbas di awal pertemuan, dikutip Reuters.

“Sentimen saya sama seperti Anda dalam berharap akan ada perdamaian kekal di kawasan,” lanjutnya.

Pada Selasa, Presiden Israel Reuven Rivlin secara publik meminta Pangeran untuk meyampaikan “pesan perdamaian” kepada Abbas dan mengatakan kepadanya bahwa ini sudah waktunya untuk mencari cara “membangun kepercayaan” antara Israel dan Palestina.

Jabatan Rivlin lebih banyak berfungsi seremonial dan dalam pernyataan usai pertemuannya dengan William, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tidak mengatakan hal semacam itu.

Dialog damai Israel Palestina runtuh pada 2014 dan perpecahan semakin dalam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu Israel, Desember lalu.

“Pihak Palestina berkomitmen pada proses damai dengan Israel, jadi kedua negara bisa hidup damai bersama dengan perbatasan 1967,” kata Abbas dalam pernyataan publik saat bertemu William.

Palestina menginginkan Yerusalem Timur, wilayah yang dicaplok Israel bersama Tepi Barat dan Jalur Gaza dalam perang 1967, sebagai ibu kota negara.

Pada 2005, pasukan dan pemukim Israel pergi dari Gaza. Wilayah itu sekarang dikuasai Hamas dan semalam kembali memanas.

Setelah menemui Abbas, William dijadwalkan menemui pemuda Palestina.

Hingga kini, Inggris punya kebijakan untuk tidak melakukan kunjungan resmi kerajaan ke Israel dan wilayah pendudukan hingga konflik dengan Palestina terselesaikan.

“Ini bukan waktu ketika dia bisa datang dan merayakan kesuksesan di proses perdamaian Timur Tengah atau semacam itu, tapi ini waktu ketika kita bisa menunjukkan perhatian di kawasan,” kata Philip Hall, Konsul Jenderal Inggris di Yerusalem, kepada Reuters sebelum kunjungan.

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close