Pangeran Harry Beberkan Alasan Tinggalkan Inggris

Pangeran Harry Beberkan Alasan Tinggalkan Inggris
Pangeran Harry

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Pangeran Harry mundur dari tugasnya di kerajaan Inggris karena media-media Inggris yang "toksik" mengganggu kesehatan mentalnya, namun dia mengatakan tidak meninggalkan pelayanan publik.

Pekan lalu, istana Buckingham mengonfirmasi Pangeran Harry dan istrinya, Meghan Markle, tidak akan kembali ke tugas kerajaan, dan Harry akan menyerahkan gelar militer kehormatannya. Keputusan itu membuat perpisahan pasangan itu secara formal dan final dari keluarga kerajaan.

Pada awal 2020, Meghan dan Harry mengumumkan bahwa mereka berhenti dari tugas kerajaan dan pindah ke Amerika Utara, keputusan yang mengejutkan kerajaan.

Dalam wawancara dengan James Corden, pembawa acara "Late Late Show" di AS, Harry mengatakan lingkungan di Inggris begitu berat.

"Kita tahu bagaimana media di Inggris, dan itu mengganggu kesehatan mental saya, menurut saya ini toksik. Jadi saya melakukan apa yang pasti dilakukan suami dan ayah mana pun, saya harus membawa keluarga keluar dari sini."

Sebelum mereka pindah ke California, pasangan itu pernah protes mengenai perlakuan tabloid Inggris terhadap Meghan, yang ayahnya berkulit putih dan ibunya Afrika-Amerika, beberapa di antaranya mereka anggap merupakan bentuk perundungan atau rasisme.

Awal bulan ini, Meghan berhasil menggugat satu tabloid karena melanggar privasi dengan menerbitkan penggalan surat yang ditulis untuk ayahnya. 

Bulan lalu, Harry memenangi kasus pencemaran nama baik terhadap surat kabar yang sama atas artikel yang menyebut hubungannya dengan militer Inggris buruk.

Pasangan yang sedang menantikan kehadiran anak kedua ini mendapat kritik bahwa mereka ingin mendapat publisitas, tapi hanya yang sesuai dengan keinginan mereka. 

Keduanya akan bicara dalam wawancara bersama Oprah Winfrey pada 7 Maret.

Ada juga yang mengkritik atas respons Harry dan Meghan pekan lalu yang resmi berpisah dengan tugas kerajaan, tapi mengatakan mereka berkomitmen untuk hidup demi pelayanan. 

Sebagian komentator membandingkan hidup mereka dengan pelayanan yang diperlihatkan sang ratu selama 69 tahun berkuasa. (Ant)