Politik

PAN Berharap Jokowi Tolak Permintaan Prabowo

 

SENAYANPOST.com – Wakil Ketua Umum Pantai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan mengimbau Presiden Jokowi menolak permintaan Gerindra agar rekonsiliasi dilakukan dengan syarat ­pemulangan Rizieq Shihab dari Arab Saudi. Hal itu dianggap bisa menjadi preseden buruk bagi Jokowi dan bagi pemilihan presiden berikutnya.

“Ide rekonsiliasi dengan pemulangan Rizieq adalah dua hal yang berbeda,” tegas Bara seperti dilansir mediaindonesia.

Ia berpendapat kasus Rizieq merupakan kasus hukum yang terpisah dari urusan politik (rekonsiliasi). Pasalnya, rekonsiliasi merupakan bagian dari politik yang memang dibutuhkan sebagai tradisi dalam demokrasi setelah mengadakan pemilihan presiden.

“Ya memang pemilihan presiden kali ini berlangsung sangat panas, menimbulkan luka di masyarakat, menimbulkan polarisasi, sehingga perlu ada tindakan simbolis berupa rekonsiliasi politik,” ujar Bara.

Ia menilai upaya mengaitkan rekonsiliasi dengan syarat memulangkan Rizieq merupakan suatu pengkhianatan atas ide rekonsiliasi. Seharusnya rekonsiliasi dilakukan dengan tidak mengajukan persyaratan, baik dari pihak pemenang maupun dari yang kalah.

Sebelumnya, Partai Gerindra membenarkan bahwa Prabowo memberikan syarat tertentu untuk bisa melakukan rekonsiliasi dengan Jokowi. Salah satunya ialah pemulangan Rizieq. Prabowo juga mensyaratkan pembebasan sejumlah pendukungnya yang ditahan selama masa kampanye dan proses Pilpres 2019.

Bukan diusir pemerintah
Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin, Arya Sinulingga, mempertanyakan kepulangan syarat rekonsiliasi yang diajukan kubu Prabowo-Sandi.

Menurut politikus Perindo itu, kepergian Rizieq ke Arab bukan disebabkan urusan pilpres ataupun disebabkan pemerintah.

“Enggak ada kaitannya dengan politik. Beliau pergi sebelum pilpres dan beliau pergi bukan diusir. Kecuali diusir pemerintah itu boleh. Ini enggak diusir, kok. Kalau beliau mau pulang, pulang aja,” ujar Arya.

Dia menduga adanya kesepakatan yang dibuat antara pihak Prabowo-Sandi dan Rizieq pada saat kontestasi Pilpres 2019, yang kemudian membuat kepulangan Rizieq sebagai penentu rekonsiliasi.

“Kenapa? Kita juga enggak tahu kenapa, atau apakah ada deal antara Prabowo dan Rizieq? Coba tanya Prabowo apa ya deal-nya. Misalnya, kalah menang harus gimana. Jangan-jangan ada deal di antara mereka,” imbuh Arya.

Pengamat komunikasi politik Universitas Mercu Buana, Afdal Makkuraga, menyebutkan sebaik-nya dalam proses rekonsiliasi tidak menambahkan embel-embel atau syarat pemulangan. “Rekonsiliasi dan pemulangan Rizieq itu dua hal yang terpisah, tidak ada kaitannya dengan pilpres,” jelas Afdal.

Di sisi lain, mantan relawan milenial pendukung paslon 01 dan 02 berkomitmen untuk kembali bersatu pascapilpres.

“Ya relawan milenial kedua kubu sepakat dan memiliki semangat yang sama, bergerak dari tahapan kompetitif ke kolaborasi, membangun bangsa,” ucap inisiator persatuan relawan kedua kubu, Arief Rosyid.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close