Palsukan Surat Tanah Seluas 14 Hektare, Oknum Kades Dijebloskan ke Penjara

Palsukan Surat Tanah Seluas 14 Hektare, Oknum Kades Dijebloskan ke Penjara
Foto: MPI

BATUBARA, SENAYANPOST.com - Polisi menjebloskan oknum kepala desa (kades) Masjid Lama, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara berinisial AS (51) ke dalam penjara. Dia ditahan penyidik Satreskrim Polres Batubara atas dugaan melakukan pemalsuan surat tanah milik Ismail (57) seluas 14 hekatare di Dusun VI desa setempat, Rabu (26/5/2021).

Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis mengatakan, kasus pemalsuan surat tanah ini terjadi pada 13 Oktober 2020. Kades Masjid Lama AS menerbitkan surat pinjam pakai lahan desa untuk dipergunakan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Harapan Jaya, yang beranggotakan 14 orang. Mereka semua masih berhubungan sanak saudara. 

"Lahan seluas 14 hektare di Dusun VI, Desa Masjid Lama yang diklaim AS ini milik pelapor, Ismail. Ismail memiliki enam surat tanah yang terbit tahun 1988 serta lima kwitansi pembayaran dari masing-masing objek tanah pemilik sebelumnya," ujarnya didampingi Kasat Reskrim Polres Batubara AKP Fery Kusnadi, Rabu (26/5/2021).

Hal ini juga sudah pernah diungkapkan Ismail kepada AS, termasuk ke pengurus KUBE. Hanya saja, kades dan kelompok KUBE tidak pernah menghiraukan pernyataan Ismal. Hingga akhirnya KUBE menguasai lahan Ismail dengan berpegang surat pinjam pakai dari kades AS.

Ismail (57) kemudian membuat laporan polisi dengan nomor LP/121/II/2021/SU/Res BBara tanggal 23 Februari. Satreskrim Polres Batubara yang menyelidiki kasus menetapkan Kades AS sebagai tersangka dan menjalani penahanan badan.

Kades AS ditahan atas dugaan membuat surat palsu atas lahan seluas 14 hektare milik Ismail. Sebagai barang bukti penyidikan, polisi mengamankan enam surat keterangan tanah sejak 1988, lima kwitansi pembayaran serta satu surat perjanjian pinjam pakai.

Atas perbuatannya, tersangka AS ditahan dan dijerat melanggar Pasal 263 ayat (1),(2) KUHPidana tentang membuat surat palsu dan memalsukan surat dan sengaja memakai surat palsu atau yang dipalsukan, yang dapat menimbulkan kerugian kepada orang lain.