Nasional

Pakar UGM: Pengambilan Kebijakan Pusat & Daerah Kebanyakan Tak Dilandasi Hasil Riset

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com – Pakar Kebijakan Publik Fisipol UGM, Prof. Wahyudi Kumorotomo menilai pengambilamn kebijakan di tingkat pusat dan di daerah, sebagian besar tanpa dilandasai hasil riset, survei dan fakta di lapangan sehingga kebijakan yang diambil belum dirasakan manfaatnya bagi masyarakat secara maksimal.

“Akibatnya, banyak kebijakan yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di daerah namun berdasarkan kepentingan, di lain pihak, di tingkat pusat banyak kebijakan hanya dirumuskan di belakang meja,” kata Wahyudi dalam diskusi bertajuk Analis Kebijakan dan Implementasinya di Kafe Digilib Fisipol UGM, Rabu (4/4/2018).

Wahyudi mengemukakan kebijakan yang tidak aplikatif, berisiko memunculkan persoalan di kemudian hari seperti yang terjadi dengan banyaknya peraturan perundang-undangan yang digugat, peraturan pemerintah yang tumpang tindih dan banyak perda yang dianggap bermasalah.

Minimnya pengambilan kebijakan yang bersifat aplikatif dan mengena langsung, menurut Wahyudi, disebabkan para kepala daerah tidak memiliki tim analisi kebijakan yang kuat sehingga perlu didorong agar kepala daerah merekrut tim analis kebijakan bukan hanya menampung tim sukses yang diangkat sebagai staf ahli.

“Perlu didorong calon kepala daerah memiliki kru bayangan memiliki tim yang kuat memberi masukan pada kepala daerah,” katanya.

Sementara itu, Guru Besar Bidang Administrasi dan Kebijakan Publik Fisipol UGM, Prof. Dr. Agus Pramusinto menilai di era otonomi daerah pemerintah pusat seharusnya sebatas melaksanakan kebijakan yang sifatnya makro, sementara untuk bidang yang teknis seperti pendidikan dan kesehatan dilakukan di daerah.

Apabila tidak bisa tertangani dengan baik lalu kebijakan bisa ditarik ke level provinsi atau ke tingkat pusat. Namun, yang terjadi adanya tumpang tindih dalam kebijakan. “Pemerintah pusat menganggap daerah tidak melakukan inisiatif sementara daerah menunggu arahan dari pusat lewat juklak dan juknis,” katanya.  (MU)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close