Nasional

Pajak Kota Bandung Diprediksi Terjun Bebas Hingga 82 Persen

BANDUNG, SENAYANPOST.com – Geliat ekonomi di Kota Bandung merosot akibat dari merebaknya wabah covid-19.

Dampaknya capaian pajak di Kota Bandung pada Triwulan II 2020 diperkirakan bakal terjun bebas hingga 82 persen.

Menurut Kepala Badan Pengelolaan Pajak Daerah, Arif Prasetya, hitungan ini merupakan hasil analisis yang dilakukan terhadap kondisi ekonomi di Kota Bandung yang terdampak akibat adanya pembatasan aktivitas masyarakat.

“Kami lihat kondisi saat ini, kami lihat dengan analisis ekonomi Kota Bandung, kami tidak mengada-ada. Di Triwulan II prediksi kami akan ada penurunan 82 persen,” kata Arif, Rabu (8/4/2020).

Namun ia mengatakan, kondisi ini harus segera dipulihkan dengan strategi penarikan pajak dari mata pajak lainnya, seperti kos-kosan, katering, reklame baik indor maupun di outdoor.

“Kami harus lakukan strategi penarikan pajak yang sudah kami persiapkan, Insya Allah kalau situasi sudah membaik,” jelas Arif.

Padahal kata Arif, capaian pendapat pajak di Triwulan I lalu, atau pada Januari-Maret melebihi target, yakni ditargetkan mendapatkan Rp316 miliar, namun realisasi mencapai Rp369 miliar atau mencapai 116,86 persen.

Arif menjelaskan, untuk recovery kondisi pajak Kota Bandung yang sangat anjlok, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah langkah, di antaranya memberikan tenggat pembayaran pajak lebih panjang, serta menghapuskan denda bagi Self Assessment.

“Strategi kami pertama mereka mau membayar yang Self Assessment lebih dari tanggal 15, kalau normal kena sanksi administratif atau denda, kalau gitu, yang penting kami terima tetap, kami akan hapus sanksi, kami terima pokoknya saja,” jelas Arif.

“Ini upaya kami agar wajib pajak melakukan kewajiban pajak itu yang self assessment untuk empat mata pajak, yaitu hotel, resto, hiburan dan parkir,” tambah dia.

Sementara itu, untuk official assessment, seperti PBB, PAT, PPJU dan reklame akan diberlakukan juga penghapusan sanksi administratif.

“Kalau PBB dikenakan 2018 ke belakang, kalau 2019 tetap kena denda,” ungkap Arif.

Untuk itu, Arif menjelaskan dalam kondisi ideal, Kota Bandung ditargetkan mampu membukukan pendapatan mencapai Rp2,709 triliun. Namun, dengan kondisi yang terjadi saat ini, kemungkinan pihaknya akan melakukan perubahan target pendapatan asli daerah (PAD) di perubahan 2020. (WS)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close