Pajak Emisi Bikin Harga Mobil Hybrid Makin Murah

Pajak Emisi Bikin Harga Mobil Hybrid Makin Murah

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Regulasi pungutan instrumen pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) berdasarkan emisi kendaraan atau Pajak Emisi yang diterapkan pemerintah Indonesia,  membuat mobil berteknologi elektrifikasi semakin murah.

Pada jajaran produk Toyota Indonesia saat ini misalkan, yang telah mengalami penyesuaian harga sehingga perbedaan harga dari mobil konvensional atau internal combustion engine (ICE), nilainya mencapai Rp 100 jutaan.

Sehingga, diharapkan ke depan penjualan kendaraan elektrifikasi di dalam negeri mampu terangsang secara optimal di samping semakin banyaknya pilihan produk terkait.

"Tahun ini, sejalan dengan adanya langkah positif pemerintah RI untuk turut menurunkan emisi dan mengakselerasi kendaraan listrik lewat implementasi carbon tax, kami harap bisa memberikan kontribusi lebih," kata Vice President Director PT Toyota-Astra Motor, Henry Tanoto di webinar TAM Electrification Day 2021, Jumat (29/10/2021).

"Tak sampai di sana, ini juga mendorong untuk semakin membuat kendaraan elektrifikasi menjadi semakin affordable dibandingkan tahun sebelumnya," lanjut dia.

Baca Juga

Pada 2019 lalu misalkan, perbedaan harga antara kendaraan hybrid dan non-hybrid di level Rp 50 juta sampai Rp 160 juta. Tapi saat ini usai implementasi carbon tax, rata-rata berada di kisaran Rp 40 juta sampai Rp 50 juta.

"Harga terjauhnya sendiri, hanya Rp 100 jutaan, sehingga ke depan market akan semakin besar," ujar Henry.

Apalagi, mulai tahun depan Toyota Indonesia berencana untuk memproduksi mobil hybrid secara lokal di dalam negeri.

Sebagai contoh Camry Hybrid, dulu dipasarkan dengan harga Rp 849,5 juta tapi saat ini harganya hanya Rp 767 juta. Padahal, mobil sedan premium tersebut sudah mendapatkan penyempurnaan pada bagian eksterior, interior, dan fiturnya.

Hanya saja memang untuk meningkatkan daya beli masyarakat atas mobil itu perlu suatu aspek khusus yang diperlukan. Seperti, daya jelajah kendaraan terkait dan ketersediaan infrastruktur.

"Pada dasarnya Toyota memiliki pemahaman yang sama dengan Pemerintah terkait dengan tujuan kehadiran regulasi CO2 Tax. Kami sangat mengapresiasi keseriusan tersebut dengan memperhatikan kemajuan teknologi pada mobil elektrifikasi," ucap Henry.

(tempo)