FeaturesNasional

Orangtua Dua Mahasiswi Indonesia di Turki Cemaskan Kondisi Anaknya

JAKARTA (SenayanPost.Com) – Orangtua dua mahasiswi Indonesia yang ditangkap otoritas Turki yakni DP asal Demak Jateng dan YU asal Pidie Aceh sangat mencemaskan kondisi anak-anaknya.

Baca: Dua Mahasiswa Indonesia Ditangkap Aparat Turki

Orangtua DP, diduga bernama Dwi Puspita, Serma Warsidi dan Asiyah, tinggal di Dukuh Delok RT 4/RW5 Desa/Kecamatan Kebonagung, Demak, Jawa Tengah. Keduanya menutup diri dari awak media.

Rumah sederhana yang mereka tinggali terlihat kosong. Kepala Dusun Delok, Zaini, mengatakan, keluarga yang bersangkutan kemungkinan sudah mendengar kabar adanya penangkapan tersebut.

”Anak kedua Pak Warsidi memang sedang sekolah (kuliah) di Turki. Sudah lebih dari satu tahun,” ujar Zaini. Warsidi dan Asiyah memiliki tiga putri. Adapun DP, anak kedua mereka memang dikenal cerdas.

Hal senada diungkapkan Ketua RT 4 Dukuh Delok, Sopyan. DP merupakan lulusan SMAN 2 Semarang. Gadis berjilbab tersebut sosok remaja yang supel dan cerdas. Adapun ayahnya adalah seorang anggota TNI AD yang bertugas di Koramil 15 Gubug, Kodim 0717/Purwodadi.

Putri Warsidi kuliah di Turki mengambil jurusan Sastra Turki melalui program beasiswa perusahaan Al Firdaus. Program beasiswa itu bekerja sama dengan Yayasan Semesta di Gunungpati, Semarang, mulai 2013. Sedangkan kakak Dwi, Dewi, juga pernah mendapat beasiswa serupa ke Turki. ”Kakaknya Dwi sudah lulus dan pulang ke Indonesia dua tahun lalu,” imbuhnya.

Dandim 0716/Demak Letkol Inf Nanang TT Wibisono membenarkan bahwa DP adalah putri Serma Warsidi. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Kodim 0717/Purwodadi lantaran Warsidi adalah anggota Koramil Gubug. Informasi yang diterima, DP saat ini sudah semester lima di Universitas Uludag, Turki, mengambil studi Sastra Turki.

Pihak keluarga DP telah mengetahui kabar penangkapan putrinya itu pada Jumat (19/8/2016) sekitar pukul 19.30 oleh salah seorang yang mengaku staf Kemlu RI. Kabar tersebut membuat ibunda Dwi shock. Sang ibu tidak percaya putri tercintanya ikut terlibat pergerakan politik apalagi terkait dengan gerakan Fethullah Gulen.

Asnani (45), ibu dari YU, juga sangat mencemaskan kondisi putri sulungnya yang ditangkap aparat keamanan Turki, sehingga ia terus menangis dan kini mulai jatuh sakit. mahasiswi asal Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, mencemaskan keadaan anaknya .

“Saya sangat sedih karena anak ditangkap, namanya orangtua, sekarang kondisi saya mengalami tekanan darah tinggi. Darahnya naik karena selalu teringat anak”, kata Asnani, Sabtu (20/08/16) seperti dilansir kompas.com.

Asnaini mengaku tak dapat memberikan informasi lebih banyak tentang anaknya karena sejak beberapa hari ini kondisi kesehatan terus menurun.

Ibu ini terus memikirkan nasib yang dialami putrinya. Asnaini lebih memilih menutup diri dari tetangga agar pikirannya lebih tenang mengadapi masalah penangkapan anaknya itu.

“Saya sudah serahkan masalah anak saya kepada KBRI dan Kemenlu, semoga anak saya segera dibebaskan,” kata warga Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, Aceh itu.

Baca juga: Bantuan Hukum Diberikan kepada Dua Mahasiswi Indonesia di Turki

YU merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Samsul (55) dan Asnaini (45). YU, alumi Fatih Bilingual School Aceh, saat ditangkap sedang berada di rumah dan menghabiskan masa libur kuliah. Kepada ibunya ia mengaku tidak dapat pulang ke Indonesia karena keterbatasan biaya.

“Sebelum ditangkap hari Kamis (11/08/16) saya komunikasi dengan anak, dia bilang sedang memberes-bereskan barang mau pindah rumah, karena lagi libur,” katanya.

“Dia tidak pulang karena tidak ada ongkos. Banyak kawannya pulang ke Indonesia karena dikirimi ongkos oleh orangtua masing-masing”, tambahnya.

KOMENTAR
Tags
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close