Breaking NewsNasional

Optimalkan Peran Bulog Sebagai Stabilitator Harga Gabah dan Beras

SenayanPost.com – Optimalkan Peran Bulog Sebagai Stabilitator Harga Gabah dan Beras. Pemerhati Ketahanan Pangan Hamdi Zainal mengharapkan pemerintah mengoptimalkan peran Badan Urusan Logistik (Bulog) sebagai stabilitator sekaligus penyangga harga gabah dan beras demi meningkatkan taraf hidup petani. Harapan itu ditekankan, mengingat harga gabah dan beras di tingkat petani hingga saat ini masih kerap dikendalikan tengkulak.
“Sudah jelas dalam Intruksi Presiden No 3 tahun 2012, bahwa salah satu tugas pokok Bulog adalah sebagai stabilitator sekaligus penyangga harga gabah dan beras. Untuk tujuan menjaga harga di tingkat petani, Bulog berkewajiban membeli gabah dan beras dalam negeri. Namun, pada praktiknya hal ini belum merata dan menjangkau semua daerah di seluruh Indonesia. Tengkulak di daerah-daerah masih ‘memainkan’ harga gabah dan beras di tingkat petani,” tukas Hamdi Zainal, di Jakarta, Kamis (21/7/2016)
Hamdi Zainal mengatakan, harapannya itu mewakili jutaan suara petani di seluruh Indonesia yang berharap dapat hidup layak dan sekaligus berperan membantu pemerintah mensukseskan program ketahanan dan swasembada pangan.
“Para petani di daerah selalu berharap, padi dan gabah hasil panen mereka dibeli langsung oleh pemerintah melalui Bulog atau mitra kerja. Sehingga harga belinya menguntungkan petani. Bukan dibeli oleh tengkulak, seperti yang kerap terjadi hingga hari ini. Jadi, peran Bulog di daerah-daerah belum terasa melindungi kepentingan petani,” imbuh Hamdi Zainal.
Hamdi Zainal juga menyoroti harga pupuk subsidi yang sampai di tingkat petani dijual dengan harga berbeda-beda.
“Seharusnya harga pupuk subsidi di tingkat petani dapat dijamin sama. Untuk itu, pemerintah dapat menerapkan pola distribusi BBM subsidi dalam pendistribusian pupuk subsidi, di mana biaya transportasi, gudang, distribusi dan lainnya ditanggung pemerintah. Dengan cara itu, harga pupuk subsidi di tingkat petani di seluruh Indonesia bisa sama,” tukas Hamdi Zainal.
Hamdi Zainal menambahkan, untuk merealisasikan program ketahanan dan swasembada pangan serta meningkatkan taraf hidup petani, diperlukan sinergi antara Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Bulog, dan pemerintah daerah.
“Jika revolusi mental yang dipelopori dan dipimpin Presiden Jokowi dilaksakan oleh seluruh jajaran pemerintah, terutama oleh jajaran pelaksana program ketahanan pangan, saya yakin aparatur pemerintah  akan lebih peka dalam menangkap kesulitan dan harapan petani. Terutama soal pengendalian harga gabah, beras, dan pupuk di tingkat petani,” tutur Hamdi Zainal. (ZSR)

KOMENTAR
Tag
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close
Close